

inNalar.com – Terdapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Kalimantan Timur, salah satunya Pelabuhan KEK Maloy.
Adapun Pelabuhan KEK Maloy berada di Kutai Timur, Kalimantan Timur dan selesai dibangun pada tahun 2013 dan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2019 silam.
Letak dari Pelabuhan KEK Maloy ini hanya memerlukan tiga jam perjalanan dari Ibu Kota Kutai Timur, Sangatta atau hanya tiga puluh menit dari Sangkulirang.
Dilansir inNalar.com dari laman resmi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, infrastruktur berskala internasional ini memiliki lokasi yang sangat strategis.
Hal tersebut karena pelabuhan ini menghadap langsung ke Selatan Makassar dan berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Selain itu, infrastruktur satu ini juga diproyeksikan menjadi pusat komoditas CPO (crude palm oil) di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain menjadi pusat komoditas CPO, Pelabuhan KEK Maloy juga menjadi terminal utama pengiriman batu bara, kontainer, perikanan, dan lainnya.
Tidak hanya itu, infrastruktur ini juga menjadi tempat pengembangan industri oleochemical dan juga pengolahan hasil tambang internasional.
Sejak dibangun pada tahun 2013 lalu, proyek infrastruktur ini sudah menghabiskan dana sekitar Rp 204 miliar yang bersumber dari APBN.
Pelabuhan ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 2020 lalu dengan memiliki kapasitas sebesar 5 hektare.
Pembangunan dari infrastruktur ini sebelumnya direncanakan untuk mulai beroperasi pada tahun 2018.
Akan tetapi, rencana ini tidak dapat dilaksanakan karena terkendala dua syarat utama, yakni lahan dan pajak.
Adapun permasalahan lahan yang harus dihadapi oleh proyek ini tentang surat keterangan bukan masuk kawasan mangrove.
Permasalahan yang kedua adalah tetang pajak bumi dan bangunan (PBB) dari sepetak lahan seluas 513 hektare.
Dengan permasalahan yang dihadapi ini, pengoperasian Pelabuhan KEK Maloy baru dapat dilaksanakan dua tahun setelahnya, yakni 2020.***