

inNalar.com – Para pemimpin Uni Eropa bertemu pada hari Kamis, 26 Oktober 2023 di Burssels.
Pertemuan antara pada pemimpin Uni Eropa tersebut merupakan pertemuan puncak di mana mereka diharapkan mencudukug jeda pertempuran antara Israel dan Hamas.
Presiden Dewan Eropa, Charles Michel mengatakan bahwa situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza merupakan masalah yang sangat memprihatinkan.
Para pemimpin berupaya untuk memfasilitasi akses warga Gaza terhadap makanan, air, perawatan medis, bahan bakar, dan tempat tinggal.
Para pemimpin Uni Eropa berharap dengan adanya jeda pertempuran sementara ini akan menciptakan lingkungan yang lebih aman lagi bagi pembebasan lebih dari 200 sandera yang ditawan oleh militan Hamas.
Banyak dari tawanan Hamas yang memiliki kewarganegaraan ganda Eropa, termasuk warga negara Jerman, perancis, Portugal, dan Belanda.
Negara-negara anggota Uni Eropa memiliki pandangan berbeda mengenai konflik Israel-Palestina, dan hal ini menghalangi mereka untuk bersatu dalam masalah ini.
Beberapa orang merasa keberatan dengan seruan untuk menghentikan aksi tempur dan berpendapat bahwa hal itu dapat dilihat sebagai pembatasan hak Israel untuk mempertahankan diri.
Sementara itu, beberapa negara lain tidak mendukung gagasan jeda kemanusiaan tunggal, karena mereka menganggapnya terlalu dekat dengan konsep gencatan senjata.
Hingga kini Jerman, Austria, Hongaria, dan Republik Ceko mengambil sikap tegas mendukung Israel.
Sementara itu, Spanyol dan Irlandia lebih berpihak pada pihak Palestina.
Kini, kondisi di Gaza semakin memprihatinkan dengan jumlah korban yang semakin bertambah.
Korban tewas akibat konflik antara Israel dengan Hamas ini kini mencapai 8.000 jiwa.
Sementara korban luka yang ada di Gaza kini mencapai belasan ribu yakni tepatnya 16.297 orang.
Selain itu, pasokan kebutuhan di Gaza juga semakin menipis seperti air, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi