

InNalar.com – Kementrian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya terus melakukan pembangunan untuk menunjang kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Hal tersebut sesuai dengan fungsi dari Cipta Karya itu sendiri, yaitu memenuhi infrastruktur perumahan yang layak dan aman bagi masyarakat.
Sehingga, melalui pembangunan tersebut masyarakat bisa meningkat kualitas lingkungan dan hidupnya.
Baca Juga: Dana Rp17 Triliun Nyadet, Jalan Tol Kayu Agung Palembang Betung Alami Perselisihan Lahan, Benarkah?
Pemenuhan infrastruktur pemukiman salah satunya dilakukan dengan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik- Terpusat (SPALD-T), yang ada di Kota Palembang Sumatera Selatan.
sebagai upaya untuk menguatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Terkhusus, yang ada di dekat Sungai Musi.
Sehingga, masyarakat mempunyai sanitasi yang baik, dan tentunya bisa memiliki hidup sehat dan minim stunting.
Baca Juga: Pakai Dana SBSN Rp152 Miliar, Flyover di Palembang Sumsel Ini Bakal Selesai 2024 dan Bernilai Seni
Pembangunan yang memiliki anggaran sebesar 1,32 triliun rupiah ini merupakan program dari Palembang City Sewerage Project (PCSP).
Dimana program tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Australia, Kementiran PUPR, Pemkot Palembang hingga Pemrov Sumatera Selatan.
Pemerintah Australia sendiri memberikan hibah sebesar Rp690 Miliar yang digunakan membangun instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPALD).
Sementara itu, pemerintah pusat melalui APBN memberikan Rp632 Miliar, untuk pembangunan jaringan pipa hingga tersier.
Sedangkan, pembangunan sisanya berupa pembangunan jaringan SR dan penyediaan lahan menjadi tugas dari Pemkot dan Pemrov.
Adapun, pembangunan IPALD tersebut bertempat di Daerah Sei Selayur, Kalidoni pada lahan seluas 5,9 hektar.
Adapun kapasitas IPALD tersebut sebesar 20.300 m3/ hari, dan diperkirakan bisa dimanfaatkan 120.000 orang.
Fungsi dari IPALD sendiri ialah untuk mencegah pencemaran air karena, air limbah yang tidak terolah.
Diketahui, pembangunan SPALD-T tersebut baru selesai pada bagian Jaringan Utama dan Retrikulasi saja, dengan menggunakan APBN senilai Rp236 M.
Sementara untuk bagian pembangunan IPALD dan Stasiun Pompa A, serta jaringan pipa utama dan retrikulasi bagian kedua, diprediksi selesai pada Desember 2023.
Pembangunan IPALD sendiri sebagai bagian dari SPALD-T, pengembangannya menggunakan teknologi seperti Biological Trickling Filter (BTF), hingga Anaerobic Baffled Reactor (ABR).
Diketahui peresmian STALD-T sendiri langsung diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 26 Oktober 2023 kemarin.
Presiden Jokowi juga didampingi oleh Duta Besar Australia, selaku pihak yang ikut berkolaborasi, Menteri PUPR, dan beberapa pejabat publik di Sumatera Selatan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi