Terjadi Longsor di Tanah Bumbu Kalsel, Perusahaan Ini Jadi Terancam Kehilangan 6 Juta Ton Batu Bara, Mengapa?

InNalar.com – Kalimantan Selatan merupakan satu daerah di Indonesia yang memiliki hasil tambang yang cukup melimpah.

Hasil tambangnya ialah batu bara, di mana mineral tersebut ditambang oleh PT Arutmin Indonesia.

Namun ternyata terjadi kendala pada operasi penambangan tersebut, karena terjadi longsor pada daerah Batu Licin di kabupaten Tanah Bumbu.

Baca Juga: Diusulkan Jadi Komersial, Bandara di Kaltim Milik PT Batu Bara Terbesar RI Ini Punya Landasan Pacu Seluas…

Bahkan karena terjadinya kendala tersebut, hasil pertambangan itu mampu menghilangkan cadangan batu bara hingga mencapai 6 juta ton.

Sebab pada rencana yang ada, aktifitas pertambangan ini seharusnya sudah memasuki wilayah yang menjadi jalan alternatif.

Namun karena terjadi longsor di sekitar daerah jalan tersebut, sehingga jalan alternatif itu dijadikan jalan para warga.

Baca Juga: 32 Tahun Berdiri, Perusahaan Pertambangan Ini Kuasai Konsesi Tambang Batu Bara di 5 Kabupaten Pulau Borneo

Perlu diketahui, jalan yang terkterkena longsor tersebut berada di Km 171 Jalan Banjarmasin di daerah Kabupaten Tanah Bumbu.

Sebenarnya jalanan pada daerah tersebut sering terkena longsor, karena pada tahun 2022 diketahui sudah terjadi 3 kali.

Sebab itulah karena jalan yang terkena longsor itu tidak kunjung diperbaiki, membuat PT Arutmin Indonesia memiliki kendala hingga kehilangan cadangan batu bara sebanyak 6 juta ton.

Baca Juga: Berdiri Tahun 1970, Perusahaan Batu Bara yang Berproduksi di Teluk Bayur Kaltim Ini Dulunya Peternakan Ayam

Sedangkan seluruh cadangan yang akan ditambang pada PIT Jumbang ini total keseluruhannya ada 11 juta ton.

Tentu angka ini akan cukup merugikan jika tidak ada tindakan lebih lanjut.

Berdasarkan situs resmi PT Arutmin Indonesia, perusahaan ini telah mulai melakukan operasi penambangannya sejak tahun 1981.

Karena pada tahun 1990 saja perusahaan ini telah secara komersil memulai produksi batubara dari Tambang Satui dan Tambang Senakin.

Sedangkan pada pengoperasian tambang yang akan dilakukan di PIT Jumbang ini, perusahaan tersebut mendapat kendala pada jalan alternatif seperti yang dijelaskan di atas.

Diketahui PIT Jumbang ini mampu memproduksi 1,3 juta ton batu bara per tahunnya.

Ada pula masalah lain yang akan ditimbulkan jika cadangan batu bara ini kehilangan 6 juta ton cadangannya.

Hal itu akan merambat ke pasokan batu bara yang akan digunakan oleh PLN.

Bahkan ada pula opsi jalan alternatif itu justru akan diaspal hingga dijadikan jalan utama.***

 

Rekomendasi