

inNalar.com – Bagi penduduk setempat mungkin sudah biasa. Tapi, bagi para pelancong, kuliner khas menjadi serbuan utama.
Hidangan soto salah satunya. Meskipun hidangan ini bisa disajikan di rumah sendiri, rasa yang dihasilkan pasti berbeda dengan soto asli khas daerah.
Ngomong-ngomong tentang kuliner soto, kebanyakan orang pasti akan menyebutkan Lamongan sebagai daerah asalnya.
Padahal, kuliner soto yang khas juga bisa ditemui di beberapa daerah di Jawa Tengah. Penasaran ada di mana saja?
Dilansir inNalar.com dari unggahan Instagram oleh akun @visitjawatengah, ada tiga kuliner soto yang hanya ditemukan di Jawa Tengah.
1. Soto Klethuk
Soto Klethuk merupakan hidangan khas kabupaten Blora. Bedanya apa dengan hidangan lainnya?
Sebagaimana sebutannya, klethuk menjadi ikon spesial hidangan khas asal Jawa Tengah ini.
Klethuk merupakan kosakata bahasa Jawa yang diadopsi dari suara yang ditimbulkan saat seseorang mengunyah makanan renyah.
Begitupun saat seseorang memakan Soto Klethuk, makanan renyah yang ditaburkan diatasnya akan menimbulkan suara klethuk klethuk.
Biasanya, makanan renyah ini dibuat dari singkong yang sudah berupa gethuk, lalu dipotong kecil dan digoreng.
Cara pembuatan Soto Klethuk hampir sama dengan yang lainnya. Hanya saja, kuah soto khas Blora ini bening, alias tidak menggunakan santan.
2. Soto Sokaraja
Kuliner khas Jawa Tengah satu ini berasal dari daerah yang dijuluki Kota Satria, yaitu kabupaten Banyumas.
Seperti namanya, Soto Sokaraja berasal dari daerah Sokaraja, salah satu kecamatan di kabupaten Banyumas.
Ikon spesial dari hidangan khas ini adalah sambalnya yang berasal dari kacang, mirip sambal pecel.
Cara pembuatannya sama dengan soto pada umumnya, hanya saja, biasanya soto dihidangkan dengan kepingan krupuk yang disiram kuah bening panas.
Membahas Soto Sokaraja, para pelancong jangan bingung ya. Sebab, soto di daerah ini kadang disebut dengan sroto, pakai r.
3. Soto Krandegan
Ada yang bisa tebak asalnya dari mana? Ya, Soto Krandegan merupakan kuliner legendaris khas Banjarnegara.
Ciri khas Soto Krandegan adalah kuahnya yang dicampur dengan santan dan cara pengolahan daging sapinya.
Umumnya, daging sapi sebagai pelengkap hidangan soto akan direbus terlebih dahulu, namun tidak dengan hidangan satu ini.
Daging sapi yang digunakan sebagai pelengkap Soto Krandegan akan dimasak bersamaan dengan kuah sotonya yang kental.
Bisa terbayang bukan? Rasa daging sapinya akan lebih meresap dan menimbulkan aroma yang sedap.
Tenang saja, ketiga hidangan ini murah meriah, bisa dinikmati hanya dengan merogoh ongkos mulai Rp 10 ribuan saja.
Itulah tiga kuliner soto khas Jawa Tengah yang rasanya elit tapi ngirit, jangan lupa mencicipi ya. ***