

inNalar.com – Jembatan di beberapa daerah biasanya memiliki struktur terbuat dari berbagai macam material.
Ada yang dari kayu, beton, baja, bambu, atau jembatan yang terbuat dari pasangan Batu Kali dan bata.
Namun di antara semua struktur yang digunakan tersebut, ternyata ada jembatan di Palangkaraya yang memiliki struktur berbeda.
Dilansir inNalar.com dari laman Komisi Keamanan Jembatan dan terowongan Jalan (BBJT), diketahui bahwa jembatan ini memiliki rangka baja yang berbeda dari lainnya.
Nama penghubung jalan ini adalah Kahayan, yang berada di Kalimantan Tengah dengan panjang 640 meter.
Pertama kali di bangun pada tahun 1995 dan selesai dibangun pada 2001, hingga diresmikan oleh presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri pada tanggal 13 Januari 2002.
Jembatan yang membentang di Sungai Kahayan ini memiliki banyak manfaat bagi warga Kota Palangka Raya dan sekitarnya.
Keberadaan infrastruktur di atas Sungai Kahayan ini dapat menghubungkan Kota Palangka Raya dengan Kelurahan Pahandut Seberang dan tembus ke Kabupaten Pulang Pisau, Gunung Mas Selatan, Barito Utara, dan lainnya.
Pada kegiatan inspeksi tahunan yang dilakukan pada tanggal 27 sampai 31 Juli 2022 yang lalu, Jembatan Kahayan telah melalui beberapa pengujian.
Seperti pemeriksaan visual jembatan untuk mengetahui kondisi jembatan secara visual, pemeriksaan baut untuk mengetahui kekencangan pada struktur jembatan, hingga pengujian dinamik untuk mengetahui perilaku dinamik struktur rangka jembatan.
Sebagaimana pemenuhan amanat terhadap Peraturan Menteri PUPR No.40 Tahun 2015 bahwasannya setiap jembatan dan terowongan di Indonesia perlu dilaporkan kondisinya setiap tahun kepada KKJTJ.
Adanya pemeriksaan tersebut, menghasilkan satu fakta menarik tentang struktur yang dimiliki oleh penghubung jalan ini.
Ternyata, Jembatan Kahayan merupakan satu-satunya jembatan rangka baja di Indonesia yang digantung di bawah pelengkung baja sepanjang 150 meter.
Serta terdiri dari 12 bentang dengan total panjang 640 meter. Sehingga jembatan ini menjadi icon tersendiri bagi Kota Palangkaraya.
Tidak hanya itu, jika melihat pada bentuknya, jembatan Kahayan ini memiliki desain yang sangat unik pada bentang utamanya.
Kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang dekat dengan sungai, membuat di sekitar jembatan ini, kini banyak ditemukan tempat wisata.
Tepatnya di bawah jembatan Kahayan yakni Taman Pasuk Kameloh, wisata Kereng Bengkirai dan Susur Sungai.
Keindahannya bertambah ketika gubernur Kalimantan Tengah meresmikan lampu hias dan air mancur di jembatan ini, hingga keberadaannya viral di masyarakat Indonesia.
Inilah gambaran dari jembatan Kahayan di Palangka Raya yang memiliki struktur baja berbeda dari penghubung jalan lainnya.***