

inNalar.com – Korban tewas warga Palestina saat ini telah melampaui angka 7.300 ketika Israel melancarkan gelombang serangan udara sebagai respons terhadap amukan berdarah Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober.
Di Tepi Barat saat ini sudah lebih dari 110 warga Palestina tewas dalam serangan Israel yang telah dilakukan sejak dimulainya tiga minggu lalu.
Bahkan Militer Israel juga mengungkap pasukan daratnya akan memperluas serangan mereka di Jalur Gaza pada Jumat malam.
Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah pasukan Israel melakukan serangan darat kedua dalam beberapa hari.
Perkembangan ini juga terjadi setelah dikanarkan jika layanan komunikasi di Jalur Gaza terputus.
Hal ini menyusul pada serangkaian serangan udara Israel yang menerangi langit malam di wilayah Gaza yang gelap itu.
Baca Juga: Ditengah Pengeboman Israel, Sebanyak 50 Ribu Wanita Hamil di Gaza Kekurangan Pelayanan Kesehatan
Sementara pada hari yang sama, Majelis Umum PBB menyerukan dilakukannya gencatan senjata kemanusiaan di Gaza.
Serangan yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza dan telah menyebar kebebrapa daerah di Palestina ini memyebabkan amarah dari segala penjuru negara, termasuk Indonesia.
Dilansir inNalar.com dari Aljazeera, lebih dari 3.000 orang melakukan unjuk rasa di kedutaan AS di Jakarta, Indonesia menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Para pengunjuk rasa mulai berkumpul sejak pukul 7:30 pagi pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023.
Beberapa dari mereka mengibarkan bendera Palestina dan yang lainnya mengenakan syal yang dihias dengan gaya keffiyeh Palestina hitam-putih dan berjalan menuju kedutaan yang dijaga ketat di ibu kota Indonesia.
Informasi ini dibagikan langsung oleh Iskan Qolba Lubis anggota partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera) melalui unggahan Twitter/X.
“Pembantaian anak dan Perempuan di Gaza adalah kejahatan kemanusiaan yang harus di hentikan” Tulis nya dalam unggahan akun Twitter/X @IskanQL.
Para penyelenggara mengatakan mereka memilih untuk melakukan demonstrasi di Kedutaan Besar AS karena dukungan Washington terhadap berlanjutnya pemboman Israel di Gaza.***