Hebat! Indonesia Peringkat 2 Dunia untuk Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Terbesar, Siapa Pertama?

inNalar.com – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau Geothermal (PLTP) di Indonesia terbilang cukup melimpah.

Saat ini sendiri negara dengan potensi panas bumi terbesar pertama adalah Amerika Serikat.

Kemudian disusul oleh Indonesia, Jepang, Islandia, dan beberapa negara lainnya.

Baca Juga: Dibor Belanda Sejak 1918, Kawah Gunung di Jawa Barat ini Jadi Proyek PLTP Pertama di Indonesia, Lokasinya…

Melansir dari akun YouTube Daftar Top, setidaknya sekitar 30-40% cadangan energi geothermal di dunia ada di Indonesia.

Pemanfaatan energi panas bumi tersebut adalah untuk menghasilkan energi listrik.

Sayangnya, pemanfaatan energi geothermal tersebut masih sangat sedikit.

Baca Juga: Kejar Ketertinggalan di Jawa, Pemprov Jawa Timur Kebut PLTP Blawen Ijen Rampung Tahun 2024

Adapun negara yang telah sukses mengembangkan energi panas bumi ini adalah Islandia.

Negaranya sendiri terletak di antara zona pertemuan lempeng Amerika dan Eurasia.

Wilayah Islandia banyak terdapat mata air panas hingga gunung merapi. Tidak heran jika potensi panas bumi sangat berlimpah.

Baca Juga: Aliri 55 Ribu Rumah! Gandeng Jepang dan China, Sumatera Selatan Akan Miliki PLTP Kedua, Benarkah?

Padahal, Islandia dahulunya memiliki GDP (Gross Domestic Product) terendah di Eropa.

Untuk memenuhi kebutuhan listriknya, negara ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Saat krisis minyak terjadi di tahun 1970-an, pemerintah pun terpaksa mengubah kebijakan energi mereka.

Yakni dengan mengganti minyak bumi dengan tenaga hidro dan panas bumi yang cukup banyak di negara ini.

Walaupun krisis telah usai, Islandia justru tetap menggunakan pengembangan energi panas bumi kemudian dikembangkan sebagai energi terbarukan.

Keberhasilan Islandia atas pengembangan energi panas bumi tersebut membuat beberapa negara lainnya berdatangan untuk mempelajari dan mengadopsi teknologinya. Tidak terkecuali Indonesia.

Adapun total potensi energi panas bumi yang dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia sendiri baru sekitar 2.286 MW.

Setidaknya ada 17 PLTP yang telah tersebar di beberapa provinsi tanah air.

Baca Juga: Investasinya USD 228,7 Juta, PLTP di Sulawesi Utara Ini Aliri Listrik 3 Provinsi, Siap Beralih dari Batu Bara?

Untuk PLTP pertama di Indonesia telah beroperasi sejak tahun 1983 lalu, yakni PLTP Kamojang di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Pada tahun 1926, pemerintah kolonial Belanda sendiri sebelumnya telah melakukan eksplorasi potensi geothermal di Kamojang dengan melakukan pengeboran dangkal sebanyak 5 sumur

Sumur-sumur tersebut sampai saat ini bahkan masih mengeluarkan uap panas bumi. Tentu saja energi ini dapat digunakan secara berkelanjutan.

Sedangkan PLTP terbesar yang ada di Indonesia adalah PLTP Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

PLTP Lahendong merupakan proyek panas bumi dengan kapasitas 120 MW milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai PLTP jika mengeluarkan uap air atau steam.

Kemudian steam akan diarahkan menuju turbin pembangkit listrik agar dapat menghasilkan energi listrik.

Baca Juga: Pengeboran Gunung Slamet! Kini Jawa Tengah Miliki Pembangkit Listrik Panas Bumi yang Telan 880 USD, Bahayakah?

Jika sudah selesai, steam akan diarahkan menuju kondenser sehingga dapat terkondensasi menjadi air.

Air tersebutlah yang kemudian dilakukan recycle agar dapat menjadi uap air kembali secara alami.

Uap air dapat dijadikan energi untuk memutar turbin agar menghasilkan energi listrik.

Sayangnya tidak semua energi panas bumi di tanah air dapat diproduksi.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]