Berkapasitas 50 MW, IKN Kalimantan Timur Bakal Disuplai Listrik dari PLTS, Makin Ramah Lingkungan!

inNalar.com – Pembangunan beberapa proyek di ibu kota Nusantara (IKN) masih terus berlangsung hingga kini.

Kebutuhan pasokan listrik pun, menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan kawasan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Oleh karena itu, PT.PLN Persero ikut serta dalam mendukung ketersediaan pasokan listrik di kawasan Ibu Kota Negara, dengan menggunakan PLTS.

Baca Juga: Pengeboman Dahsyat Israel Akibatkan Jalur Gaza Alami Hilang Komunikasi, Koneksi dengan Dunia Luar Terputus

Dilansir dari ANTARA, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), mengungkapkan bahwa PLN akan melakukan pembangunan pembangkit tenaga surya atau PLTS di Ibu Kota Nusantara.

Tepatnya pada pekan depan, dalam groundbreaking di Bulan November, dengan kapasitas sebesar 50 MW sebagai awal.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono mengatakan, pasokan listrik untuk IKN tersebut bersumber dari energi baru terbarukan.

Baca Juga: Arti Inisial MD di Belakang Nama Cawapres Mahfud MD yang Kerap Jadi Pertanyaan Publik, Bukan Sekedar Singkatan

Sebagaimana didasarkan pada undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

Rencana Induk IKN menyatakan bahwa 100 persen kebutuhan listrik tahunan di IKN dipasok oleh pembangkit listrik terbarukan.

Antara lain seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar farm dan PLT surya atap (panel surya atap).

Baca Juga: Dapat Harta Warisan Berlimpah, Kekayaan Walikota Tomohon Sulawesi Utara Ini Tembus Angka Rp39,8 Miliar

Adapun skenario yang dilakukan oleh PLN dalam mengaliri listrik di IKN adalah mengusung konsep Green, Smart, Beautiful.

Maka selain pembangkit listrik tenaga surya, PLN juga bertanggung jawab membanguan jaringan transmisi dari PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) Kaltim Teluk di Kariangau, Balikpapan, ke Ibu Kota Negara.

Pihak PLN memang sudah lama mengusung Smart, Green, and beautiful, sehingga hal ini membuat PT Nusantara Power (PLN) optimis pada pembangunan di IKN.

Selama periode puncak, energi surya yang berlebih dari PLTS akan disimpan dan diekspor ke sistem ketenagalistrikan Kalimantan.

Hal ini guna mengisi pasokan, dalam pemenuhan kebutuhan listrik setiap waktu, yang diperlukan oleh IKN.

Serta melengkapi sistem ketenagalistrikan di IKN, yang terdiri dari beberapa sumber listrik, seperti pembangkit solar farm, panel surya atap, panel surya penerangan jalan, dan panel surya terapung.

Semua kebutuhan listrik tersebut nantinya diolah oleh smart grid, yang telah diaplikasikan dalam IKN.

Yaitu sistem jaringan teknologi kontrol yang memungkinkan pengaturan pasokan listrik lebih efektif dan responsif.

Sehingga listrik di IKN mampu mendeteksi, bereaksi, dan secara proaktif beradaptasi pada perubahan.

Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya PLTS ini juga nantinya, akan menciptakan ekosistem perkotaan yang ramah lingkungan.

Selaras dengan visi misi pembangunan IKN sebagai kota yang mengelola sumber daya secara tepat guna memberikan layanan efektif.

Melalui penggunaan air dan sumber energi yang efisien, pengelolaan limbah berkelanjutan, moda transportasi terpadu, lingkungan sehat, serta lingkungan alami dan lingkungan yang bersinergis.

Inilah gambaran dari PLTS di IKN yang akan dibangun oleh PLN guna menciptakan Ibu Kota Negara yang ramah lingungan.***

 

Rekomendasi