20 Bank Siap Amankan Pendanaan Megaproyek RDMP Balikpapan Kalimantan Timur, Ditargetkan 2024 Selesai

inNalar.com – Pendanaan megaproyek Refinery Development Master Plan atau (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur kabarnya telah diamankan oleh PT Pertamina (Persero).

Komitmen pendanaan penyelesaian megaproyek RDMP di Balikpapa, Kalimantan Timur tersebut diprediksi bakal menelan danna investasi senilai US$7,2 miliar.

Jika disetarakan dengan rupiah, pendanaan megaproyek RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur sama dengan Rp107,26 triliun.

Baca Juga: Pisah 25 Tahun Lalu, Segini Kekayaan Fantastis Titiek Soeharto Mantan Istri Prabowo Subianto, Kalahkan Jokowi?

Nantinya pendanaan megaproyek yang dijalankan di Balikpapan tersebut bakal diberlakukan project financing dari bank.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, yakni Atep Salyadi Dariah Saputra.

Dirinya menegaskan bahwa persoalan pendanaan untuk ekspansi kilang di Balikpapan bukan lagi menjadi persoalan.

Baca Juga: Kuras APBN Rp638,8 Miliar! Proyek IPAL di IKN Kalimantan Timur Kapasitasnya di Luar Dugaan, Berapa?

Apalagi, di tengah sentimen transisi energi yang saat ini sangat meluas.

Disebutkan, bahwasannya dalam project financing bank tersebut, bakal ada kurang lebih 20 bank yang berasal dari berbagai macam negara.

Salah satu bank yang disebutkan oleh Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Atep Salyadi Dariah adalah bank dari Korea Selatan.

Baca Juga: Update! Sebanyak 7650 Warga Palestina Dinyatakan Meninggal Dunia dalam Serangan Israel di Gaza

Jika ditelusuri lebih dalam, Pertamina memerlukan dana senilai Rp569,44 triliun untuk proyek RDMP di Balikpapan tersebut.

Dana yang setara dengan US$40 miliar tersebut, diperkirakan mampu menyelsaikan proyek ekspansi kilang yang saat ini sedang dijalankan di Kalimantan Timur.

Dalam daftar sekumpulan proyek kilang, Pertamina menargetkan sebanyak 14 proyek kilang di Indonesia dapat diselesaikan hingga 2027 mendatang.

Rencananya, proyek-proyek tersebut diberlakukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang lebih besar dari sebelumnya.

Dari kapasitas yang sebelumnya hanya 1 juta barel per hari, bakal ditingkatkan menjadi 1,5 juta barel per harinya.

Selain kapasitas pengolahannya yang ditingkatkan, proyek ekspansi kilang di Kalimantan Timur tersebut juga diberlakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi untuk Pertaminanya.

Diketahui saat ini Pertamina hanya mampu memproduksi sebanyak 729.000 barel oer harinya.

Ditargetkan, dengan adanya RDMP di Balikpapan ini mampu tingkatkan kapasitas produksinya lebih dari produksi awal.

Melansir dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Repubik Indonesia.

Bahwasannya, proyek RDMP yang menjadi PSN di Balikpapan, Kalimantan Timur tersebut ditargetkan rampung tahun 2024 mendatang.***

 

Rekomendasi