Demi Aliri Sawah 1494 ha, Proyek Bendungan Jlantah di Karanganyar Jawa Tengah Sampai Habiskan Dana Rp965 M?

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan proyek pembangunan Bendungan Jlantah.

Lokasi proyek Bendungan Jlantah ada di desa Tlobo dan desa Karangsari, kecamatan Jatiyoso, kabupaten Karanganyar, provinsi Jawa Tengah.

Bendungan Jlantah merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diperkirakan rampung akhir tahun 2023.

Baca Juga: Tak Sesuai AMDAL, Ini Penyebab Bandara di Sumatera Barat Tergantikan oleh Rokot Mentawai Senilai Rp547 Miliar

Menteri PUPR sendiri mengatakan, sepanjang 2015-2025, ada 61 proyek bendungan yang dapat meningkatkan suplai air bersih.

Kurang lebih, ada 36 proyek bendungan yang telah usai dibangun sejak 2015 hingga tahun 2023 ini.

Proyek tersebut menunjukkan peningkatan irigasi premium, yang semula 10,6 persen menjadi 19,3 persen.

Baca Juga: 20 Bank Siap Amankan Pendanaan Megaproyek RDMP Balikpapan Kalimantan Timur, Ditargetkan 2024 Selesai

Daerah irigasi produktif juga bertambah, mengalami peningkatan pesat menjadi 234.731 hektar.

Sementara luas jaringan irigasi adalah 1,12 juta hektar, dan luas rehabilitasi jaringan irigasi adalah 3,84 juta hektar.

Dilansir inNalar.com dari PUPR, proyek di Karanganyar, yakni Bendungan Jlantah, memiliki kapasitas tampung sebesar 10,97 meter kubik.

Baca Juga: Berjarak 107 Km dari Bandara Samarinda, Infrastruktur Bandar Udara ‘Istimewa’ di IKN Punya Luas…

Sumber air penampungan ini berasal dari dua sungai, yaitu sungai Jlantah dan sungai Puru.

Konstruksi bendungan Jlantah memiliki tinggi mencapai 70 meter terhitung dari dasar sungai.

Panjang puncaknya 404 meter, lebar puncaknya 12 meter, dan elevasi puncaknya kurang lebih 690 meter.

Bendungan Jlantah sudah mulai dibangun sejak bulan Juli 2019, dikembangkan oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO.

Proyek penampungan air dan irigasi di Karanganyar ini menghabiskan dana kontrak kurang lebih Rp965 miliar rupiah.

Bendungan Jlantah, diperkirakan mampu mengairi area persawahan seluas 1.494 hektar di kawasan Jatipuro dan Jumapolo.

Selain menjadi sumber irigasi masyarakat, penampungan air ini dapat dijadikan sebagai sumber baku dengan kapasitas 150 liter per detik.

Banjir pun dapat direduksi dengan kadar 51,26 persen atau sekitar 70,33 meter kubik per detik.

Bendungan Jlantah nantinya juga dapat memberikan manfaat sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 mega watt (MW).

Tentunya, penampungan air di Karanganyar, Jawa Tengah ini dapat menjadi daya tarik pariwisata dan menguntungkan warga sekitar.

Selain proyek ini, terdapat empat penampungan air lain di Jawa Tengah yang telah selesai dibangun.

Yaitu bendungan Gondang di Karanganyar, Logung di Kudus, Pidekso di Wonogiri, dan Randugunting di Blora.

Dua proyek lainnya masih dalam tahap penyelesaian konstruksi, yaitu proyek penampungan air Bener di Purworejo, dan Jragung di Semarang.

Kehadiran bendungan ini tentu dapat menambah jumlah tampungan air dan mendukung ketahanan pangan khususnya di Jawa Tengah. ***

 

Rekomendasi