

InNalar.com – Selain di kabupaten Banyumas, ternyata Jawa Tengah masih memiliki objek wisata lain yang berbahan kaca.
Objek wisata tersebut adalah jembatan kaca tangan emas Baron Hill atau bisa disebut pula dengan The Baron Hill.
Tepatnya, jalur kaca tersebut berada di Kalengan, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
Perlu diketahui, wisata ini merupakan tempat yang cukup favorit untuk dikunjungi para wisatawan domestik hingga mancanegara.
Dilansir InNalar.com dari Pemkab Tegal, terdapat lebih dari 2,88 juta pengunjung datang selama 5 tahun terakhir.
Tentu hal ini termasuk angka yang besar, apalagi kemarin dunia baru saja terdampak pandemic covid-19.
Menjadi banyak dikunjungi pengunjung, tentu karena The Baron Hill yang beada ini memiliki ketertarikannya sendiri.
Selain berada di lereng gunung Slamet yang jadi tertinggi di Jawa Tengah, The Baron Hill juga memiliki pemandian air panas Pancuran Lima.
Ditambah lagi ada pula wahana lain seperti Taman The Geong, Guci Forest, Golden Park, Baron Hill, Guciku, dan Rindu Alam.
Baca Juga: Kegiatan Lari Amal Jelajah Timur 2023 NTT Mampu Kumpulkan Rp1 M untuk Alirkan Air Bersih dan Cegah…
Apalagi ada pula jembatan kaca tangan emas yang menambah daya tarik The Baron Hill.
Seperti namanya, terdapat tangan emas yang nampak tengah memegangi kaca, yang mana itu merupakan sebuah jembatan.
Akan tetapi, saat terjadi tragedi jembatan kaca pecah di Banyumas kemarin, hal ini berimbas pada objek wisata yang sama di tempat lain juga.
Selain membuat perasaan para wisatawan menjadi takut dan khawatir, ada pula pemeriksaan kembali pada objek wisata yang dimaksud.
Salah satunya adalah yang berada di The Baron Hill, kabupaten Tegal.
Sebab terdapat pihak dari Anggota Polres Tegal, Polsek Bumijawa, disertai dengan UPTD Wisata Guci, pengelola wahana jembatan kaca melakukan pemeriksaan kembali.
Perlu diketahui, jalur kaca yang berada di The Baron Hill di daerah Jawa Tengah tersebut saat ini sudah berjalan sekitar 2 tahun, dan.
Meski telah berjalan 2 tahun, namun jalur kaca sepanjang 43 meter dengan lebar 1,20 meter ini diketahui belum pernah ada kendala.
Sedangkan pada konstruksinya sendiri, Kaca yang digunakan dalam jembatan ini menggunakan jenis tamper yang ketebalannya mencapai 1,2 cm.
Ada pula perawatan lain seperti pemeriksaan setiap pagi dan pembersihan yang dilakukan, ditambah dengan perbanyak materi pada jembatan agar semakin kokoh.
Diketahui jembatan ini juga dilakukan pengecekan dengan dilewati motor, dan nantinya akan dibangun jaring di bawah jembatan kaca agar keamanan lebih terjamin.
Selain itu, nantinya peraturan di jembatan kaca The Baron Hill ini akan semakin diperketat.
Peraturan tersebut seperti dilarang menggunakan sepatu dan pengunjung yang akan dibatasi.
Sebenarnya jalur kaca ini mampu menampung hingga 40 orang.
Akantetapi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, para pengunjung hanya akan dibatasi 20-25 orang untuk melintas pada jalur tersebut. ***