Telan Rp341 Miliar, Jembatan di Kutai Barat Kalimantan Timur Ini Malah Mangkrak dan Rugikan Pemkab Sebesar…

inNalar.com – Pembangunan jembatan yang menghubungkan dua wilayah umumnya sangat diharapkan kapan waktu selesainya.

Namun, tidak semua proyek pembangunan jembatan dapat diselesaikan hingga bisa dilewati oleh masyarakat.

Sebagai contohnya saja adalah jembatan yang ada di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur ini.

Baca Juga: Ada Sekolah dan Mall, 10 Proyek Senilai Rp12 T di IKN Kalimantan Timur Ini Bakal Groundbreaking November 2023

Jembatan yang kali ini menjadi pembahasan bernama Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ).

Dilansir inNalar.com dari Bappeda Provinsi Kaltim, pembangunan dari Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) ini sudah direncanakan mulai tahun 2007.

Pengerjaannya baru dimulai pada tahun 2011 dengan perkiraan selesai pada tahun 2015.

Baca Juga: Kerap Pesta Maksiat, Dusun Legetang di Banjarnegara Jawa Tengah Lenyap dalam Semalam! Kena Azab Tuhan?

Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) menghubungkan antara Kecamatan Melak dan Mook Manor Bulatan dengan bentang jembatan utamanya sepanjang 680 meter.

Pembangunan proyek yang memakan biaya Rp 341 miliar ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat sekitar.

Pasalnya, jembatan ini disebutkan mampu memangkas perjalanan antara Sendawar – Kota Bangun – Tenggarong hingga 2 sampai 3 jam dari perjalanan normal yang membutuhkan waktu 6 hingga 7 jam.

Baca Juga: Dikebut Sejak 2019, Jalan Tol Indralaya-Prabumulih Senilai Rp12,5 T Rampung, Solusi Pangkas Jarak ke Palembang

Akan tetapi, pembangunan dari proyek yang diidam-idamkan masyarakat ini harus mandek bahkan membuat pemerintah kabupaten merugi.

Pengerjaan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) yang seharusnya selesai pada 2015 ini sebelumnya mengalami perpanjangan kontrak sampai akhir masa jabatan kepala daerah pada April 2016.

Kemudian, proyek yang sebelumnya multiyears dialihkan statusnya menjadi single year reschedule karena terjadi penurunan pendapatan.

Kemudian, pada tahun 2018, proyek ini kembali mendapat perhatian dan statusnya kembali berubah menjadi proyek multiyears dengan rentang waktu 2018 hingga 2020.

Pada tahun 2018 ini, anggaran yang dianggarkan adalah Rp 215 miliar.

Akan tetapi, untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) dibutuhkan data fisik struktur serta pembangunan awal jembatan sampai dengan selesainya kajian teknis.

Sayangnya, data tersebut tidak dapat didapatkan sehingga pembangunan kembali dari jembatan ini masih menggantung.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat, Kalimantan Timur justru dibebani dengan utang yang tidak terduga.

Hal ini terjadi buntut dari tuntutan kontraktor yang upahnya belum dibayar. Tutuntan tersebut dimenangkan oleh kontraktor sehingga pihak Pemkab harus membayar.

Besarnya upah yang belum dibayarkan ini adalah Rp 49 miliar.

Akan tetapi, hutang ini belum termasuk denda pekerjaan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) sebesar Rp 56 miliar.

Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur harus menanggung beban hutang sebanyak Rp 105 miliar. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]