

inNalar.com – Desa Sembungan terletak di kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah.
Desa Sembungan dinobatkan oleh Kemenparekraf RI sebagai Desa Wisata Terbaik se-Indonesia kategori desa wisata rintisan pada tahun 2022.
Desa yang terletak di kabupaten Wonosobo ini merupakan desa tertinggi di pulau Jawa, dengan ketinggian mencapai 2.300 Mdpl.
Desa ini telah populer sejak tahun 1911. Foto-fotonya diabadikan warga berkebangsaan Belanda dan dipromosikan di Eropa.
Dilansir inNalar.com dari video YouTube yang diunggah oleh akun Cerita Desa Indonesia, desa Sembungan memiliki ciri khas tersendiri.
Sebelum Desa Sembungan Menjadi Desa Wisata
Dulu, desa tertinggi di pulau Jawa ini merupakan desa yang miskin, dengan perekonomian yang sangat sulit.
Mata pencaharian penduduk desa Sembungan kala itu adalah menjual arang, kayu bakar, dan sumber daya alam lain yang tersedia.
Penduduk desa ini dulunya sangat sedikit. Rumah mereka hanya dibangun dari kayu dengan atap rumput kering.
Tahun 1980, perekonomian desa ini mulai berubah, seiring dengan bertambahnya pengetahuan mereka tentang cara menanam kentang.
Tanah yang subur dan ketinggian wilayah yang sedemikian rupa menjadikan desa Sembungan cocok ditanami kentang.
Perekonomian warga meningkat, kebutuhan mereka pun tercukupi. Hal ini tentu mengubah suasana desa tersebut.
Desa Sembungan Sekarang
Penduduk desa Sembungan yang tadinya hanya sedikit, sekarang dihuni oleh kurang lebih 363 kepala keluarga, atau sekitar 1300 penduduk.
Kini, desa tertinggi di pulau Jawa ini memiliki banyak sekali obyek wisata, di antaranya Bukit Sikunir, Telaga Cebong, Air terjun Sikarim, dan masih banyak lagi.
Sepanjang perjalanan menuju desa Sembungan, pengunjung tidak akan bosan, karena pemandangan yang disuguhkan.
Udara di desa ini sangat dingin dan belum terkontaminasi, sesuai dengan penduduknya yang ramah dan adem ayem.
Memegang Teguh Adat Istiadat
Daerah pegunungan Dieng, termasuk desa Sembungan, merupakan penghasil kentang terbaik di pulau Jawa.
Tanaman khas Dieng seperti carica, lombok Dieng, terong kemar, dan purwaceng, turut menopang ekonomi masyarakat.
Meski begitu, perubahan gaya hidup tidak membuat warga desa Sembungan lupa. Mereka masih memegang teguh adat istiadat leluhur mereka.
Penduduk berdarah Wonosobo asli, harus mengadakan upacara khusus jika ingin memotong rambut gimbalnya.
Upacara ini biasanya diadakan pada tanggal satu bulan Suro, untuk membersihkan hal-hal buruk.
Budaya Tari Angguk juga masih dilestarikan di desa Sembungan. Tarian tradisional ini adalah warisan leluhur turun temurun.
Itulah kisah singkat tentang desa Sembungan, desa tertinggi di pulau Jawa, yang terletak di Wonosobo, Jawa Tengah. ***