

InNalar.com – Kementrian PUPR terus melakukan berbagai program pembangunan untuk mendukung infrastruktur publik.
Salah satunya, melalui Ditjen Cipta Karya dengan merealisasikan program Padat Karya Tunai (PKT). Dimana, PKT ini berusaha menggunakan tenaga kerja wilayah setempat, dengan sistem penggajian secara tunai.
Adanya Program PKT ini bertujuan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, hingga pendistribusian dana hingga pelosok daerah.
Adapun Program ini mempunyai alokasi anggaran mencapai Rp 2,2 Triliun, dengan jenis pembangunan mulai dari Pamsimas, Sanimas, tempat pengelolaan sampah, pengembangan infrastruktur ekonomi, hingga sanitasi lembaga pendidikan keagamaan seperti pesnatren.
Program PKT milik Kementrian PUPR tahun 2023 ini, telah didistribusikan pada 5.394 lokasi.
Sementara itu, hingga tanggal 26 September 2023. Realiasai anggaran Program PKT ini sebesar Rp 1,8 Triliun atau sekitar 81,95 Persen dari anggaran total Rp 2,2 T.
Kemudian, Program PKT juga sudah mampu menyerap sebanya 51.891 tenaga kerja, dari total target 66.970 orang.
Adapun untuk rincian program, jumlah lokasi dan serapan tenaga kerja sebagai berikut.
Pertama, Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).
Program tersebut terdistribusi pada 970 lokasi dengan serapan tenaga kerja sebanyak 8.236 orang.
Kedua, Program Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat)
Program Sanimas sendiri tersebar di 1.447 lokasi dan mampu menyerap sebanyak 14.950 tenaga kerja. Sedangkan, progres fisiknya mencapai 58,32 persen.
Ketiga, Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan/ Pondok Pesantren
Salah satu program PKT ini menyebar di 1.397 area, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 10.059 orang.
Adapun, infrastruktur yang dibangun ialah toilet, tempat wudhu, tempat cuci pakai hingga instalasi pengolahan air limbah domestik, dengan progres pembangunan mencapai 51,74 persen.
Keempat, Program TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle)
TPS3R sendiri telah menyerap sebanyak 1.464 tenaga kerja, dan terdistribusi ke 217 lokasi.
Khusus untuk program ini mempunyai anggaran Rp 147 Miliar, dengan progres pembangunan mencapai 30,92 persen.
Kelima, Program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah)
Program ini sendiri tersebar di 916 lokasi dari target 1.363 lokasi, dengan jumlah serapan tenaga kerja mencapai 17.182 orang dari target 22.381 oranf. Artinya, program ini paling banyak menyerap tenaga kerja.
Adapun untuk progresnya, pembangunan program ini sudah mencapai 94,43 persen dengan anggaran Rp 670 Miliar.***