

inNalar.com – Walikota Erman Safar berhasil membawa Kota Bukittinggi raih pengakuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas capaian indeks pencegahan korupsi tertinggi di Sumatera Barat.
Adapun penghargaan KPK tersebut diserahkan melalui Walikota Bukittinggi Erman Safar dengan capaian nilainya yang menembus 93,93 pada Kamis, 12 Oktober 2023 di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat.
Pencapaian tersebut nampak sejalan dengan prinsip Walikota di Sumatera Barat bernama Erman Safar ini yang disebut selalu berupaya memahamkan pegawai Pemerintah Kota Bukittinggi mengenai prinsip tata kelola pemerintahan yang anti korupsi.
Hal menarik dari sosok pimpinan kota sekaligus politikus Gerindra ini adalah ternyata ia pernah menjadi CEO PT Raja Prima Sumatera atau Rajasaland Group pada 2013 – 2020.
Bidang usaha yang digeluti walikota Bukittinggi Erman Safar ini ternyata banyak berkaitan dengan bidang properti seperti kost, hotel, dan hunian rumah.
Putra daerah asli Sumatera Barat ini sejak kecil telah mengenyam pendidikan di Bukittinggi, setidaknya dari jenjang TK sampai dengan SMK dan SMA.
Baca Juga: Dikira Perkampungan, Punden Berundak di Kebumen Jawa Tengah Ini Ternyata Pemakaman Suku Jawa Kuno?
Selanjutnya, Walikota Bukittinggi Erman Safar juga diketahui mengambil sekolah Diploma 3 Akuntansi dan lanjut sarjana jurusan hukum di Universitas Padjajaran di Bandung, Jawa Barat.
Lalu, dengan segala perjalanan hidup dan sepak terjang pendidikan maupun karirnya, seberapa besar kekayaan pimpinan kota yang sekaligus menggeluti dunia properti ini?
Apabila mengulik data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan melalui laman resmi KPK, maka nampak deretan aset milik Erman Safar per tanggal 28 Maret 2023.
Pada dasarnya, catatan aset miliknya tidak sebanyak kepala daerah lainnya yang juga merangkap sebagai pengusaha, tetapi jumlah kepemilikan modal hidup pimpinan kota yang satu ini cukup fantastis.
Walikota Bukittinggi Erman Safar tercatat miliki total harta kekayaan mencapai Rp9.300.161.021 atau dibulatkan menjadi Rp9,3 miliar.
Meski kekayaan pimpinan tertinggi ini punya nominal yang bikin geleng-geleng kepala, rupanya total asetnya menyusut dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp10.299.163.030 alias Rp10,3 miliar.
Menurut data laporan terbaru, simpanan kas miliknya sendiri nominalnya sangat mencengangkan, yakni sebesar Rp2.102.161.021 atau Rp2,1 miliar.
Kepemilikan surat berharga hasil investasinya langsung lenyap dalam setahun terakhir, jika pada tahun sebelumnya capai Rp1.710.000.000, kemudian pelaporan terbarunya tidak ada sama sekali.
Uniknya, Walikota Bukittinggi tercatat hanya punya satu unit kendaraan berupa mobil Daihatsu Blind Van tahun 2018 dengan nilai Rp89 juta, serta harta bergerak lainnya senilai Rp9 juta.
Sementara aset tanah dan bangunan miliknya adalah harta paling mendominasi hingga Rp8,1 miliar.
Namun catatan hutang milik Erman Safar ini juga nampak menggembung lantaran tahun sebelumnya ia tercatat memiliki tagihan Rp863.333.749, kemudian di laporan terbaru menembus hingga Rp1 miliar.
Demikian harta kekayaan pimpinan tertinggi yang sekaligus politikus dan pengusaha propertiyang berhasil bikin daerahnya raih pengakuan tertinggi dari KPK.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi