

inNalar.com – Walikota Bukittinggi Erman Safar ini juga dikenal jago main properti berupa aset kost, hunian rumah, hingga hotel. Itulah mengapa dirinya juga dikenal sebagai sosok pengusaha ulung Sumatera Barat.
Sebelum bertumbuh menjadi sosok Walikota, dahulu Erman Safar diketahui mengenyam pendidikan awalnya di Bukittinggi, Sumatera Barat kemudian lanjut diploma dan sarjana di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat.
Pada tahun 2013-2020, Walikota Bukittinggi Erman Safar pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dari salah satu perusahaan properti yang berbasis di Kota Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: Dikira Perkampungan, Punden Berundak di Kebumen Jawa Tengah Ini Ternyata Pemakaman Suku Jawa Kuno?
Selain menjabat sebagai kepala daerah tertinggi di kota yang ia pimpin saat ini, dirinya juga tercatat merupakan anggota Real Estate Indonesia di Jawa Barat.
Karirnya di bidang properti terus berkembang hingga pada tahun 2016, Erman Safar sempat catatkan rekor investasi proyek kost, hunian, dan hotel yang nilainya mencapai Rp100 miliar di kawasan Jawa Barat.
Rupanya PT Raja Prima Sumatera mengincar pengembangan proyek properti kos di kawasan Wangsa Rajasa Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Adapun area pengembangan yang diperkirakan menelan dana hingga Rp80 miliar ini berada di luas lahan yang melega hingga 13 hektare.
Selain itu, perusahaan tempat Erman Safar mengembangkan karir propertinya juga mengincar kawasan apartemen dan rumah hunian yang diperkirakan telan dana investasi Rp30 miliar di kawasan Bandung belahan timur.
Tidak tanggung-tanggung, perusahaannya pun mencatatkan investasi pembelian lahan seluas 14 hektare guna membangun seribu unit rumah hunian di daerah tersebut.
Baca Juga: Anggarannya Capai Rp2,2 Triliun, Program PKT Milik Kementrian PUPR Mampu Serap 51.881 Tenaga Kerja
Boleh jadi itulah penyebabnya tidak ada satu aset properti pun miliknya yang ia tebar di Bukittinggi atau daerah lainnya di Sumatera Barat.
Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis KPK pada periode 2022 dan 2023, terlihat seluruh sebaran propertinya adanya di Bandung, Jawa Barat.
Pelaporan aset di tahun 2022, ia tercatat memiliki 5 unit tanah dan bangunan yang dibelinya dari hasil sendiri dengan total nilai capai Rp8.754.000.000.
Namun di tahun selanjutnya, Walikota Bukittinggi ini melepas dua aset properti termurahnya senilai Rp200 juta dan Rp454 juta.
Oleh karena itu kepemilikan properti di tahun 2023 yang tersisa hanya ada 3 unit yang tersebar di Bandung, Jawa Barat.
Dua unit harta tidak bergerak miliknya sama-sama memiliki ukuran dan nilai yang sama, yaitu tanah seluas 68 meter persegi dengan luas bangunan Rp80 meter persegi senilai Rp1.050.000.000.
Adapun sisa satu unit tanah dan bangunan seluas 500 meter persegi ini nilainya sebesar Rp6 miliar, menjadi harta termahal milik Walikota Bukittinggi Erman Safar yang ada di Bandung, Jawa Barat.
Dengan demikian total aset properti miliknya yang tersisa dalam pelaporan terbarunya yaitu sebesar Rp8,1 miliar.
Terlepas dari kaitannya dengan harta kekayaan propertinya, terdapat satu hal dari sosoknya yang sempat menghebohkan warga Bukittinggi, Sumatera Barat.
Sebagai informasi tambahan, dirinya sempat mengungkap adanya perilaku menyimpang di daerah yang ia pimpin, yaitu inses atau hubungan sedarah antara ibu dan anak.
Pernyataan tersebut mendapatkan banyak sorotan dari warga Bukittinggi usai Walikota Erman Safar ungkap adanya temuan kasus tersebut saat giat Sosialiasi Pencegahan Pernikahan Anak pada Rabu, 22 Juni 2023.
Namun kabar inses tersebut ternyata langsung dibantah oleh pihak yang dituduh tersebut, sehingga dirinya sempat dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik oleh sejumlah tokoh masyarakat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi