Terpanjang se-Asia Tenggara! Jembatan Kaca di Bali Ini Ternyata Akan Pecah Saat Diinjak, Berani Coba?

InNalar.com – Saat tengah berada di Bali, cobalah untuk mampir ke satu objek wisata yang menantang adrenalin ini.

Objek wisata tersebut adalah jembatan kaca, atau bisa disebut pula dengan Bali Glass Bridge yang jadi terpanjang se-Asia Tenggara.

Tepatnya, lokasi wisata ini ada di kabupaten Gianyar dan telah diresmikan pada November 2022 lalu.

Baca Juga: Gunakan Jenis Tempered Glass, Gunung Kidul Ternyata Miliki Jembatan Kaca Setebal 12 MM, Amankah?

Meski baru berumur 1 tahun, namun lokasi wisata ini tentu akan mendatangkan para wisatawan.

Selain panjangnya yang mencapai 188 meter dan lebar 2,2 meter, jembatan kaca yang berada di Gianyar ini sendiri berada di ketinggian 66 meter di atas sungai Petanu.

Tentu bagi para wisatawan yang ingin menantang adrenalin menjadi tertantang untuk mencoba melintas di jembatan ini.

Baca Juga: Rutin Dirawat 3 Bulan Sekali, Jembatan Kaca di Yogyakarta Tawarkan Sensasi Menegangkan, Asuransi Disediakan?

Disebut jadi yang terpanjang, diketahui jembatan kaca ini membentang di dua kecamatan, yaitu dari Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati menuju ke Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh.

Sekedar informasi, untuk dapat menjajal di jembatan kaca terpanjang ini nantinya para pengunjung akan dikenakan biaya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Saat akan mulai melintas, nantinya para pengunjung akan diberikan alas kaki khusus agar tidak ada kotoran yang berpotensi merusak kaca tersebut.

Baca Juga: Diresmikan 2017, Jembatan Kaca di Jawa Timur yang Mirip Huang Tengxia Glass Corridor Malah Ditutup

Perlu diperhatikan, alas kaki merah akan digunakan untuk pria sedangkan ungu untuk para wanita, jadi jangan sampai tertukar ya.

Melansir dari akun TikTok Sigit Sugiyono, hal yang membuat objek wisata ini menantang adrenalin yaitu karena kaca pada jembatannya ini akan memunculkan efek pecah saat diinjak.

Tidak hanya efek pecah, karena ada pula efek kaca retak saat para pengunjung mencoba melintas di jembatan kaca ini.

Bahkan selain efek kaca pecah dan retak tersebut, akan diikuti pula dengan suara-suara kaca-kaca yang pecah.

Tentu efek seperti ini akan menantang adrenalin, apalagi saat itu tengah berada di ketinggian 66 meter di atas sungai Petanu.

Tapi tak perlu khawatir karena itu hanya sekedar efek dan suara yang dibuat dari pihak Bali Glass Bridge.

Sedangkan untuk keamanannya sendiri, tentu pihaknya telah melakukan beberapa uji coba sebelum diresmikan dan dibuka untuk umum pada tahun 2022 yang lalu.

Pengujian itu dilakukan dengan cara dilintasi oleh kendaraan, serta dibebankan oleh air dengan volume yang besar.

Jadi tak heran jika jembatan kaca terpanjang di Asia Tenggara ini mampu menampung hingga 500 orang sekaligus.

Walau sebenarnya 500 orang itu akan dibagi pada sesi-sesi tertentu, agar para pengunjung dapat terasa nyaman saat tengah melintas di jembatan tersebut.

Dalam rangka menjaga rasa nyaman lebih lanjut, pihak Bali Glass Bridge juga menyediakan pegangan di sisi jembatan, jika para pengunjung ingin berpegangan.

Adapun untuk ketebalannya sendiri, jembatan ini menggunakan kaca berlapis 3, dengan ketebalannya mencapai 10 cm.***

 

Rekomendasi