Meski Masih Tahap Penyambungan, Proyek Tol Solo-Jogja Tetap Hindari Situs Yoni yang Merupakan Peninggalan…

inNalar.com – Hingga kini kementerian PUPR terus mempercepat pengerjaan proyek jalan tol Solo-Jogja.

Hingga kini, pembangunan jalan tol Solo-Jogja telah memasuki tahapan penyambungan dengan jalur tol Trans jawa.

Masa yang dibutuhkan untuk penyambungan jalan tol ini dimulai dari tanggal 30 Oktober 2023 kemarin, hingga tanggal 2 November mendatang.

Baca Juga: Kuras Anggaran Rp16,2 Miliar, Proyek Jembatan Penghubung di Kalsel Bakal Untungkan Para Pelaku Pertanian

Dilansir inNalar.com dari laman kementerian PUPR, pembangunan jalan Tol ini akan melewati beberapa rute.

Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, membentang sepanjang 96,57 kilometer melintasi dua provinsi Jawa Tengah.

Yakni sepanjang 35,64 km dan melewati provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 60,93 km.

Baca Juga: Meski Gagal Jadi Cawapres, Ini Sinyal Menteri BUMN Erick Thohir Siap Mendukung Prabowo Subianto Jadi Presiden

Meski begitu, pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta tetap memperhatikan kearifan lokal.

Khususnya pada bangunan bersejarah serta mempertahankan dan tetap melestarikan situs cagar budaya dan purbakala yang ada.

Khususnya yang pada garis imajiner yang berada di Yogyakarta, melintasi D.I Yogyakarta dari Gunung Merapi Parangkusumo.

Baca Juga: 4 Tahun Jadi Ketua DPR di Era Jokowi, Harta Kekayaan Puan Maharani Naik hingga Rp131 Miliar, Dari Mana Aja?

Penyesuain desain jalan tol Solo-Jogja, dilakukan di wilayah Jawa Tengah dengan rekayasa semula at grade berubah menjadi elevated.

Hal ini dikarenakan menghindari situs Yoni yang berada di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Sebelumnya, saat kegiatan reservasi pada situs Yoni di Keprabon, Polanharjo, Klaten Jawa Tengah, masyarakat melakukan doa bersama di batu ini.

Kegiatan yang dilakukan Komunitas Pemerhati Cagar Budaya (KPCB) dari umat hindu tersebut, bertujuan untuk mengajak semua pihak proyek jalan tol agar merawat situs cagar budaya di dalam area pembangunan.

Warga sekitar biasanya menyebut situs Yoni ini dengan candi Asu atau ‘candi anjing’.

Awalnya keberadaan situs ini ada di patok tol atau tepat di tengah jalur tol Solo-Jogja ini.

Batu Yoni atau Situs Yoni ini merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno sekitar abad 8 dan 9 Masehi.

Batu tersebut, melambangkan kesuburan dan juga batu klasik zaman Hindu-Budha, sehingga keberadaannya sangat dilindungi.

Saat ini, terlihat pembangunan jalan tol Solo-Jogja tersebut dibuat melayang mempertahankan situs Yoni.

Selanjutnya, pekerjaan tol Solo-Jogja diperkirakan juga masih menemui beberapa situs peninggalan masa lalu lainnya, sehingga juga akan dilakukan penyesuaian jalan.

Seperti yang berada juga pada situs wonoboyo, proyek jalan tol nantinya akan dibuat melayang, karena banyak ditemukan benda-benda purbakala.

Disamping itu, pembangunan jalan tol Solo-Jogja ini memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Tepatnya pada segitiga emas sektor pariwisata Joglosemar, yaitu Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Inilah gambaran dari situs Yoni yang masih dilindungi dalam pembangunan jalan Tol Solo-Jogja.***

 

Rekomendasi