

inNalar.com – Tol Serang-Panimbang merupakan proyek yang ada di Serang, Provinsi Banten.
Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang membentang sepanjang 83,67 km dan terbagi menjadi 3 seksi.
Tol Serang-Panimbang terbagi menjadi 3 seksi yakni Seksi 1 Serang-Rangkasbitung, Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles, Seksi 3 Cileles-Panimbang.
Hingga kini, Seksi 1 Tol Serang-Rangkasbitung telah beroperasi sejak tahun 2021.
Sementara itu, di Seksi 2 hingga Agustus 2023 lalu, progresnya mencapai 52,45 persen.
Seksi 3 masih mencapai 13,84 persen dan ditargetkan selesai pada tahun 2024 mendatang.
Dilansir inNalar.com dari PUPR, dengan beroperasinya tol ini nantinya diharapkan mendukung pengembangan ekonomi kawasan Banten Tengah dan Banten Selatan.
Tol ini tentunya juga menunjang kawasan EKonomi Khusus sekaligus KSPN dan juga Taman Nasional Ujung Kulon.
Tak hanya itu, Tol Serang-Panimbang akan memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan.
Untuk membangun tol ini, pemerintah menggelontorkan dana mencapai triliunan.
Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan tol ini mencapai Rp 9,9 triliun.
Uniknya, di proyek pembangunan tol ini, terdapat sebuah Mushalla tua yang berdiri di tengah proyek tol Serang-Panimbang Seksi II.
Lokasi tepatnya berada di Desa Pasir Gintung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebah Banten.
Bangunan Mushalla tersebut tampak sudah lama terbengkalai dan tanaman rambat memenuhi bangunan tersebut.
Mushalla ini berukuran kurang lebih 6×6 meter dengan warna cat luar berwarna krem.
Kemudian, terdapat satu pintu masuk utama yang terbuat dari kayu.
Di beberapa tempat tampak lantai bangunan Mushalla telah hancur dan menyisakan puing-puing.***