Dibuat dari Material Khusus, Rumah di Murung Raya Kalimantan Tengah Ini Tingginya Capai 2,58 Meter, Namanya?

inNalar.com – Kalimantan Tengah dikenal dengan pembangunan daerah yang tidak lepas dari falsafah budaya rumah tradisional masyarakat Dayak, terutama di Kabupaten Murung Raya.

Terlebih di masa kepemimpinan Bupati Murung Raya, yakni Perdie M. Yoseph yang mengungkap bahwa membangun daerah tidak bisa terlepas dari ikatan filosofi rumah betang yang penuh kearifan lokal khas Kalimantan Tengah.

Konsep pembangunan perkotaan di Kalimantan Tengah ini berbasis gerakan bangun desa, terutama perhatian khusus pada sejumlah rumah adat Betang di Murung Raya menjadi nilai lebihnya.

Baca Juga: 3 Tahun Jadi Walikota Bitung, Harta Maurits Mantiri Naik hingga Rp1,3 Miliar, Intip Rincian Kekayaannya

Rumah Betang tradisional masyarakat Dayak ini berdiri megah dengan desain klasik yang telah turun – temurun diwariskan hingga akhirnya menjadi ikon khas Desa Bantian.

Itulah mengapa hunian tradisional di Murung Raya, Kalimantan Tengah ini dinamakan dengan Rumah Betang Bantian.

Bentuk rumah adat khas ini seperti rumah panggung, tetapi bagian yang paling menariknya adalah terletak di ketinggian bangunan yang menjulang 2,58 meter.

Baca Juga: Soal Pencopotan Baliho Ganjar-Mahfud di Bali, Jokowi Beri Himbauan: Pemerintah Daerah dan Semua ASN Harus…

Bangunan Betang Bantian di Murung Raya ini milik luas sekitar 301,5 meter persegi.

Adapun ukuran bangunan rumah adat ini panjangnya 22,5 meter dan lebarnya 13,4 meter.

Isian rumahnya pun didesain banyak ruangan tanpa sekat hingga memberikan kesan luas pada tempat hunian tradisional khas Dayak ini.

Baca Juga: Hasilkan Listrik 8 Megawatt, PLTSa di Solo Jateng Ini Siap Beroperasi dan Bisa Habiskan Sampah dalam 7 Tahun

Kekokohan bangunannya karena struktur bangunannya murni dibangun dari kayu ulin yang merupakan produksi asli Kalimantan.

Rupanya rumah adat tradisional Dayak ini dibangun dengan material terpilih dari kayu yang ditopang dengan balok kayu berukuran 5 sampai dengan 20 centimeter.

Saat ini bangunan yang memanjang di Murung Raya, Kalimantan Tengah ini dihuni oleh empat kepala keluarga, di antaranya sebagai berikut.

Melansir dari Instagram @disbudparkalteng, Empat penghuni rumah Betang Bantian ini meliputi keluarga Kartini, Togong, Yanto, dan Pariya.

Sebagai informasi tambahan, rupanya kekokohan dan kelegendarisan peninggalan bangunan adat khas masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah ini telah direkomendasikan untuk masuk dalam salah satu aset cagar budaya Kabupaten Murung Raya.

Hunian tradisional ini masih lestari terjaga secara turun-temurun hingga menjadi bangunan ikonik yang serap kearifan lokal.

Desain sederhana yang murni terbuat dari kayu berkualitas tinggi membuat bangunan Betang ini menjadi salah satu rekomendasi peninggalan warisan budaya sejarah.

Rumah Betang Bantian dapat ditemukan di Desa Bantian, Kecamatan Sungai Babuat, tepatnya di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. ***

Rekomendasi