PBB Sebut Israel Ubah Gaza Jadi ‘Kuburan’ Anak-Anak, Jumlah Korban Terus Meningkat dan Semakin Mengerikan

inNalar.com – Penyerangan jalur udara yang dilakukan Israel selama genosida berlangsung, menargetkan seluruh kalangan masyarakat di Gaza.

Justru Israel banyak menargetkan serangannya pada rakyat sipil, kalangan wanita dan anak-anak.

Dilansir inNalar.com dari Al Jazeera, rata-rata anak yang terbunuh atau terluka di jalur Gaza sejak tanggal 7 Oktober mencapai 420 anak per hari.

Baca Juga: Israel Serang Kamp Jabalia dan Tewaskan 195 Jiwa, Angelina Jolie Ikut Terdampak Kehilangan Fans? Ini Pemicunya

Seiring peringatan yang terus dilakukan oleh PBB, tentara zionis itu masih terus melakukan lebih banyak lagi penyerangan terhadap rakyat sipil khususnya pada anak-anak.

Serangan udara dan darat yang dilakukan oleh Israel kini diperluas hingga area rumah sakit, yang tak henti-hentinya menjadi sasaran utama sejak 7 Oktober.

Kementerian Kesehatan Gaza, menginformasikan telah lebih dari 8.500 warga Palestina yang sebagian besar anak-anak dan perempuan telah tewas menjadi korban.

Baca Juga: Memanas! Kelompok Houthi Yaman Bergabung Perang Melawan Israel: Sudah Luncurkan Rudal dan Drone

Juru bicara UNICEF James Elder, pernah mengatakan bahwa kekhawatiran terbesar bagi mereka adalah adanya laporan jumlah korban anak-anak yang terbunuh semakin bertambah.

Nyatanya kekhawatirannya tersebut, terjadi hanya dalam waktu dua minggu. Korban anak-anak yang syahid akibat serangan Israel bertambah dari waktu ke waktu, puluhan, ratusan, dan kini ribuan.

Menurut PBB, jumlahnya sangat mengerikan karena dilaporkan lebih dari 3.450 anak terbunuh dan meningkat secara signifikan setiap hari.

Baca Juga: Netanyahu Tolak PBB Lakukan Gencatan Senjata di Gaza, Jubir China: Kehidupan Warga Palestina Harus Dilindungi!

Direktur UNICEF juga katakan, setidaknya ada 6.300 anak lainnya yang terluka akibat serangan zionis Israel.

Hingga PBB menyatakan, keadaan seperti ini telah mengubah Gaza menjadi ‘kuburan’ ribuan anak.

UNICEF menyerukan bantuan kemanusiaan segera dilakukan ke Jalur Gaza untuk dibuka seluruh akses bantuan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan.

Termasuk didalamnya bantuan air, makanan, pasokan medis, dan bahan bakar untuk masyarakat Gaza.

Blokade yang dilakukan Israel untuk menutup segala akses ke Gaza juga menambah kengerian yang terjadi disana.

Hal ini memungkinkan banyak anak yang juga dehidrasi, serta mengalami trauma. Sehingga bantuan harus segera diberikan ke jalur Gaza.

Elder menekankan, sebelum konflik dimulai, lebih dari 800.000 anak di Gaza dan tiga perempat diantaranya diidentifikasi membutuhkan kesehatan mental dan dukungan psikologis.

Selain jumlah anak-anak Gaza yang syahid dan terluka karena serangan zionis, setidaknya ada 940 anak lainnya yang dinyatakan hilang.

Jumlah anak-anak yang menjadi korban Israel pada saat ini, telah melampaui jumlah anak-anak yang terbunuh setiap tahunnya di zona konflik dunia sejak 2019.

Hingga saat ini, tidak ada wilayah aman di Gaza, karena Israel telah memblokade dan melakukan pemboman besar-besaran.***

 

Rekomendasi