

inNalar.com- Museum Balanga, menjadi satu-satunya museum di Ibukota Kalimantan Tengah, yang dibangun pada tahun 1963.
Dulunya museum ini merupakan Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN), dan diresmikan pada tanggal 6 April 1973.
Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan GVH Vooger meresmikannya menjadi Museum Kalimantan Tengah “Balanga” yang kemudian menjadi UPT.
Baca Juga: Kena Seruan Boikot Produk, McDonald’s di Indonesia Buat Dekorasi Berkonsep ‘Free Palestina’
Tepatnya pada tanggal 28 November 2017, di bawah pimpinan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Diketahui, museum ini merupakan satu-satunya yang berada di Kota Palangkaraya Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Dilansir inNalar.com dari laman Kemendikbud Indonesia, kata Balanga berasal dari nama koleksi unggulan yang menjadi sebuah simbol peradaban masyarakat dayak.
Sehingga, museum ini memiliki tugas sebagai pengembangan yang bersifat pendidikan Suku Dayak Kalimantan Tengah.
Seperti mengumpulkan dan mendokumentasikan benda-benda budaya atau artefak, sumber daya alam, melakukan pengadaan, dan mengkonversikan benda-benda budaya untuk dipamerkan.
Serta menyajikan benda-benda budaya, agar menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke museum ini dan dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan yang bersifat budaya, penelitian, dan juga studi.
Hal tersebut, akhirnya mendatangkan keuntungan. Banyak dari masyarakat yang jika ingin mengunjungi destinasi wisata edukasi, akan datang ke museum Balanga.
Pengunjung tersebut, datang dari berbagai macam kalangan kelompok usia, seperti TK,SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan masyarakat umum.
Tak hanya itu, Bagian penyajian Pelayanan dan Edukasi UPT Museum juga menyampaikan wisatawan dari mancanegara pun juga turut mengunjungi.
Ada yang datang sebagai turis asing saja, namun juga ada yang datang sebagai peneliti untuk mempelajari budaya Dayak khususnya di Provinsi Kalteng.
Koleksi yang bisa dilihat dari Museum ini juga sangat beragam, seperti berbagai bentuk guci, balanai, gong seserahan pengantin wanita, serta berbagai filosofi tentang benda-benda koleksi dan penjelasan ritual orang Dayak.
Karena itu, banyak masyarakat Kalteng yang mendapat wawasan lebih tentang Budaya Dayak. Khususnya terkait sejarah-sejarah di masa lampau.
Museum Balanga, terletak di Ibukota Kalimantan Tengah yaitu Kota Palangkaraya, tepatnya di jalan Tjilik Riwut KM 2,5.
Jika masuk ke museum ini, maka pengunjung akan merasakan suasana kehidupan tradisional Suku Dayak.
Adapun waktu pengoperasian museum Balanga adalah setiap hari senin hingga jumat pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dan libur setiap sabtu dan ahad.
Biaya masuk ke museum pun cukup terjangkau, hanya sebesar Rp 4.000 rupiah saja.
Menurut masyarakat sekitar, keberadaan museum ini harus tetap dijaga dan dilestarikan karena memberikan banyak pengetahuan.
Hingga kini, museum Balanga masih beroperasi dan menjadi tujuan wisata edukasi, bagi masyarakat Kalimantan Tengah. ***