

inNalar.com – Direktur HAM PBB, Craig Mokhiber memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
Tepatnya setelah ia menganggap bahwa organisasi dunia tersebut telah gagal menghentikan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Gaza di Palestina.
Diketahui, Craig Mokhiber mengundurkan diri dari jabatannya tepat pada 28 Oktober 2023 lalu.
Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengungkapkan bahwa pembantaian besar-besaran kepada rakyat Palestina telah dilakukan oleh Israel.
Hal tersebut termasuk kelanjutan dari penganiayaan yang telah berlangsung dalam beberapa dekade terakhir.
Ia menganggap bahwa konflik tersebut termasuk ke dalam ranah genosida.
Ia juga menyerukan untuk melakukan pembentukan negara Palestina dan pembubaran Israel.
Direktur HAM PBB mengungkapkan kepada publik bahwa kita harus mendukung pembentukan negara di wilayah Palestina yang sangat bersejarah.
Menurutnya, tentu hal ini termasuk hak yang sama bagi umat Muslim, Kristen, dan juga Yahudi.
Baca Juga: Pulau Pingelap Seluas 455 Ha di Mikronesia Ini 10 Persen Penduduknya Hanya Dapat Melihat 3 Warna!
Tidak hanya itu, ia juga mengkritik negara-negara barat yang telah mempersenjatai Israel untuk menyerang Gaza.
Seperti Inggris hingga Amerika Serikat yang selama ini terus mendukung Israel.
Craig Mokhiber sendiri telah bekerja di PBB sejak tahun 1992.
Tentu ia termasuk orang yang memegang peranan penting selama menjabat di organisasi dunia tersebut.
Pada tahun-tahun tersebut pula ia pernah tinggal di Gaza.
Adapun latar belakangnya yakni pengacara spesialis hukum dan HAM internasional.
Craig Mokhiber telah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Komisaris Tinggi HAM PBB di Jenewa Volker Truk.
Kemudian surat tersebut dipublikasikan pada Selasa, 31 Oktober 2023 lalu, sebagaimana dikutip dari Antara.
Ia mengatakan bahwa bukan sekali ini PBB telah gagal dalam mencegah genosida.
Termasuk Muslim di Bosnia, Rohingya di Myanmar, hingga Yazidi di Irak.
Ia juga menuding bahwa Amerika Serikat, Inggris, dan sebagian besar negara Eropa lainnya telah sepenuhnya terlibat dalam serangan yang sangat mengerikan itu.
Mereka tidak hanya menolak untuk memenuhi kewajiban pada Konvensi Jenewa.
Akan tetapi telah terlibat aktif dalam mendukung Israel.
Baik secara ekonomi, intelijen, diplomatik, hingga perlindungan politik atas kekejaman Israel.
Tentu nasib warga Gaza sangat ditentukan oleh negara-negara lain yang mendukung penuh atas penghentian genosida ini.
Jika tidak, siapa lagi yang akan membela mereka dalam mempertahankan tanah dan juga nyawa rakyat Palestina. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi