

inNalar.com – Museum Balanga menjadi tempat yang sering dikunjungi sebagai destinasi wisata edukasi.
Bukan hanya bagi masyarakat Palangka Raya saja, namun para wisatawan mancanegara juga sering kali berminat berkunjung ke tempat ini.
Mulai dari anak SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dan masyarakat umum. Adapun dari mancanegara yang datang ke museum Balanga terbagi menjadi dua golongan, yaitu turis biasa dan peneliti.
Dilansir inNalar.com dari RRI, pengunjung yang datang ke museum ini biasanya ingin mempelajari budaya Dayak khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah.
Pasalnya, museum Balanga memang ditugaskan untuk menjadi tempat pengembangan yang bersifat pendidikan Suku Dayak di Kalimantan Tengah.
Saat masuk ke pameran, maka akan dirasakan suasana kehidupan tradisional Suku Dayak, karena semua koleksinya disusun berdasarkan daur hidup.
Mulai dari upacara fase kelahiran, perkawinan, dan kematian. Selain it terdapat senjata tradisional seperti sumpit, Duhung, dan Mandau, serta terdapat miniatur rumah panjang bernama Betang.
Berdasarkan data dari Dinas kebudayaan dan Pariwisata, koleksi di museum ini terbagi menjadi 10 klasifikasi objek.
Yaitu Geologika, Biologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, Heraldika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa, dan Teknologika.
Koleksi yang bisa dilihat di Museum Balanga berupa berbagai macam guci, benai, gong, patung sapundu, hingga benda-benda yang menjelaskan tentang ritual dayak, seperti seserahan pengantin wanita.
Jumlah koleksi di museum ini terus bertambah hingga ratusan, dari titipan dan juga hibah sejumlah masyarakat.
Barang tertua yang ada di museum Balanga ini adalah patung sapundu dan balanga dengan estimasi usia lebih dari satu abad.
Menurut Kepala Seksi Penyajian Tata Pameran dan Pelayanan Richard Jimmy, koleksi yang ada di museum ini ada sekitar 6.000 lebih barang.
Selain terdapat Sapundu, terdapat juga barang milik pribadi Tjilik Riwut yang merupakan seorang pahlawan Nasional sekaligus Gubernur Kalimantan Tengah, sehingga namanya kini menjadi nama Jalan di Palangka Raya.
Museum Balanga sendiri buka setiap senin hingga jumat mulai pukul 07.30 sampai 15.00 WIB.
Sementara hari Sabtu, Ahad, dan libur nasional buka pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Biaya untuk masuk ke museum Balanga adalah Rp 4.000 rupiah saja, namun jika untuk wisatawan mancanegara dikenakan sebesar Rp 15.000 per orang.
Inilah gambaran dari museum Balanga yang menjadi destinasi wisata edukasi, bagi banyak masyarakat Kalimantan Tengah hingga mancanegara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi