

inNalar.com – Konflik Hamas-Israel masih terus berlanjut hingga kini.
Bahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak genjatan senjata sementara di Gaza.
Konflik terus memanas seiring serangan Israel ke Gaza yang semakin membabi buta.
Ribuan anak dan wanita meregang nyawa akibat konflik antara Hamas-Israel di Gaza.
Dubes Palestina untuk PBB mengatakan bahwa setiap 5 menit satu anak Palestina terbunuh akibat serangan udara Israel.
Setidaknya terdapat 3.500 anak Palestina yang terbunuh akibat serangan Israel dalam tiga minggu terakhir.
Angka tersebut melebihi jumlah tahunan anak-anak yang terbunuh di seluruh zona konflik dunia jika digabungkan sejak tahun 2019.
Dubes Palestina untuk PBB juga menyebut kini Gaza merupakan neraka dunia.
Setiap menitnya adalah perbedaan antara hidup dan mati bagi warga Palestina.
Sekitar 2,3 juta warga Palestina di Gaza menghadapi kematian setiap hari.
Sedikitnya terdapat 2.000 orang yang tertimbun reruntuhan akibat serangan udara Israel.
Sementara itu, lebih dari 1,4 juta orang yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Angka ini terus meningkat setiap menitnya, namun Dewan Keamanan sejauh ini gagal mencapai kesepakatan terkait kekerasan yang tengah berlangsung.
Bantuan kemanusiaan ke Gaza pun terbilang sulit sementara mereka kekurangan air bersih dan makanan.
Indonesia sendiri akan mengirimkan sejumlah bantuan ke Gaza pada hari ini 4 November 2023.
Bantuan kemanusiaan tersebut akan dibawa melalui Bandar Udara Internasional Mesir yang merupakan bandara terdekat dengan jalur Gaza.***