5000 Orang Terdaftar, Kini Banyumas Bisa Sulap Sampah Jadi Uang Hingga Sabet Gelar Terbaik di Asia Tenggara

InNalar.com – Terdapat kabupaten di Jawa Tengah yang telah berhasil mendapatkan prestasi yang membanggakan.

Kabupaten itu adalah Banyumas, yang berhasil dinobatkan sebagai pengelola sampah terbaik di Indonesia.

Tidak hanya disitu saja, bahkan prestasi tersebut juga jadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Baca Juga: Hasilkan Listrik 8 Megawatt, PLTSa di Solo Jateng Ini Siap Beroperasi dan Bisa Habiskan Sampah dalam 7 Tahun

Pada awalnya, program ini bisa muncul justru karena tempat pembuangan akhir (TPA) pemda ditutup oleh warga.

Saat itu sebenarnya Banyumas telah memiliki program pusat daur ulang sampah yang sayangnya tindakan ini dirasa kurang maksimal.

Berlanjut dari itu maka mulailah dibangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang dilengkapi mesin pemilah sampah organik dan anorganik.

Baca Juga: Hasilkan 7702 Ton Per Hari, Inilah Potret ‘Gunung Sampah’ di Bantar Gebang Bekasi yang Bikin Geleng Kepala

Perlu diketahui, program ini juga mengajak para masyarakat untuk melakukan pemisahan sampah organik anorganik hingga dapat dibilang sukses.

Bagaimana tidak, selain dinobatkan jadi pengelola sampah terbaik di Asia Tenggara, bahkan sampah yang dibuang ke TPA jumlahnya hanya mencapai 9% saja.

Hal itu dikarenakan adanya TPST yang mampu mengolah sampah-sampah organik dan anorganik jadi barang yang bernilai ekonomis karena dapat menghasilkan uang.

Baca Juga: Inovasi Terbaru! Kementerian PUPR Sulap Sampah Plastik Jadi Aspal di 6 Jalan Berbagai Daerah, Mana Saja?

Dilansir InNalar.com dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Banyumas, inovasi ini disebut dengan Sulap Sampah Berubah Uang, atau disingkat jadi sumpah beruang.

Pada pengelolaannya sendiri, nantinya sampah organik tersebut akan diubah menjadi pupuk kompos.

Sedangkan sampah anorganik akan disulap jadi refuse-derived fuel (RDF) yang dapat digunakan menjadi bahan bakar dalam pabrik semen, campuran aspal, hingga paving block.

Bahkan dari inovasi sumpah beruang ini, banyak sampah yang berada di Banyumas ini juga dapat diubah menjadi aliran listrik yang akan disalurkan ke pembangkit listrik di Cilacap.

Bagi warga yang ingin menjual sampahnya ke Sumpah Beruang, nantinya para masyarakat Banyumas akan diarahkan menggunakan aplikasi Jeknyong.

Pada bulan Oktober kemarin, diperkirakan sudah ada sekitar 5000 warga yang telah menggunakan aplikasi tersebut untuk menjual sampahnya.

Adapun yang memprakarsai inovasi pengelola sampah terbaik di Indonesia sekaligus Asia Tenggara ini adalah Ir Achmad Husein, atau yang mendapat julukan bakul peso oleh warga sekitar.

Penghargaan sumpah beruang ini sendiri mendapat gelar jadi yang terbaik dalam acara Smart Green ASEAN Cities (SGAC) Programe’s 2nd City Windows Series pada September lalu.***

 

Rekomendasi