Bukannya Ditumbuhi Pepohonan, Gunung di Pulau Moa Maluku Ini Malah Dikerumuni Ratusan Kerbau, Berani Datang?

inNalar.com – Pulau Moa merupakan salah satu destinasi wisata unik yang terletak di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Bagaimana tidak, Pulau Moa memiliki Gunung Kerbau yang menjadi tempat perkembangbiakan kerbau terbesar di kawasan ini.

Gunung Kerbau sendiri terbilang cukup unik dibanding kebanyakan gunung lainnya.

Baca Juga: Lahir dari Bencana Alam 2012 Silam, Danau Cantik di Maluku Tengah Ini Diberi Nama…

Pasalnya, areanya hanya dipenuhi oleh padang rumput liar yang sangat luas.

Tidak heran jika ada ratusan kerbau yang betah hidup dan mencari makan di tempat ini.

Pegunungan tersebut sangat ideal bagi hewan-hewan ini di Pulau Moa untuk tumbuh dan berkembang biak.

Baca Juga: Jarang Diketahui! Sungai Keramik di Desa Sawai Maluku Tengah Ini Punya Air Jernih dan Tak Pernah Surut

Selain itu, tinggi pegunungannya juga hanya sekitar 1000 mdpl saja sehingga terbilang cukup rendah.

Para wisatawan dapat mendaki ke atas puncaknya dengan jalur tracking yang tidak terlalu berat.

Cukup dengan waktu tempuh 1,5 jam saja untuk bisa melaluinya.

Baca Juga: Indahnya Saingi Yunani, Pantai Cantik di Maluku Tenggara ini Punya Hamparan Pasir Terhalus di Dunia, Namanya..

Keunikan Kerbau Moa di Gunung Kerbau

Jenis kerbau yang hidup di Pulau Moa adalah kerbau Moa.

Rumpun hewan juga tidak kalah unik karena berbeda pada kerbau pada umumnya.

Jika sifat pada umumnya cenderung memerlukan banyak air, maka kerbau Moa memiliki kemampuan adaptasi unik.

Mereka bahkan bisa hidup hingga berbulan-bulan walaupun tanpa air yang cukup.

Tak hanya itu, soal ukurannya sendiri juga terbilang jauh lebih besar dari rata-rata.

Masyarakat di Pulau Moa sendiri sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai peternak.

Hampir setiap kepala keluarga di kawasan ini mempunyai setidaknya 2-4 kerbau untuk dikembangbiakkan.

Terlebih, hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap status ekonomi masyarakatnya.

Para penduduk percaya jika mereka berternak kerbau, maka artinya mereka berderajat tinggi dan mempunyai banyak harta.

Hanya saja, jenis hewan tersebut sudah cukup menurun di pulau ini.

Hal ini karena kemampuan reproduksi jenis hewan ini terbilang cukup lambat.

Masyarakat dari dalam dan luar Maluku juga sangat minat untuk membelinya.

Melansir dari akun YouTube/ Jantje Laimeheriwa, pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Maluku Barat Daya menjadikan Gunung Kerbau sebagai kawasan konservasi.

Areanya juga akan dijadikan sebagai pusat agrowisata di kawasan tersebut.

Dengan begitu, akan menjaga populasi kerbau yang hidup di Pulau Moa.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]