

inNalar.com – Usai peletakan batu pertama, pembangunan bandar udara untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai.
Bandar udara untuk IKN berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Utara dan dibangun di atas lahan seluas 347 Ha.
Lokasi bandara hanya 23 kilometer dari titik 0 IKN dan 120 kilometer dari pusat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Tidak hanya itu, bandar udara di Kalimantan Timur ini juga hanya berjarak 35 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Anggaran yang diserap untuk pembangunan Bandara IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai Rp4,3 triliun.
Bandara yang digarap pada Tahun Anggaran 2023 s.d 2024 ini rencananya dapat mulai dipakai pada pertengahan tahun 2024.
Sedangkan di akhir tahun, Desember 2024, bandar udara senilai Rp4,3 triliun direncanakan sudah siap beroperasi secara penuh.
Kehadiran bandar udara di Kalimantan Timur akan membuat Ibu Kota Nusantara semakin terbuka serta mudah dijangkau dari luar.
Kegiatan pemerintahan hingga konektivitas di IKN juga akan semakin meningkat dengan adanya bandar udara baru.
Sebagai fasilitas penunjang bandara, akan dibangun pula taxy way A dengan ukuran 180 x 30 meter dan taxy way B berukuran 180 x 30 meter.
Apron juga akan dipasang dengan luas mencapai 102.150 meter persegi, menjadi bagian dari bandar udara.
Tidak hanya itu, bandar udara IKN di Kalimantan Timur juga akan memiliki runway berukuran 3.000 meter x 45 meter.
Selain itu, akan ada terminal VVIP seluas 7.352 meter persegi di bandar udara yang hanya berjarak 23 kilometer dari titik 0 IKN.
Bandar udara senilai Rp4,3 triliun di IKN ini akan mampu didarati oleh pesawat Boeing 777-300ER dan juga Airbus A380.
Sedangkan untuk desain, bandara di Kalimantan Timur ini akan mengusung konsep perpaduan kearifan lokal namun tetap modern.***