Tinggalkan Surat Wasiat Berbahasa Inggris, Mahasiswa Kedokteran Unair Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil

inNalar.com – Mahasiswa Unair ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan dengan meninggalkan sebuah surat.

Seorang mahasiswa kedokteran ditemukan tewas di dalam mobil yang terletak pada halaman apartemen.

Berdasarkan Informasi dari Ahmad Yani yang merupakan Kanir Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Waru Ajun menemukan sebuah surat berbahasa Inggris, sebagaimana dikutip dari Antara.

Baca Juga: HTM Terjangkau, Pantai Bama Jadi Wisata Paling Eksotik di Taman Nasional Baluran Banyuwangi, Siap Berkunjung?

Penemuan surat tersebut dibarengi dengan sebuah handphone dan tabung helium.

Isi dari surat tersebut diketahui menggunakan bahasa inggris dan ditujukan untuk keluarga korban dan orang-orang terdekatnya.

Yani belum bisa mengungkapkan isi surat tersebut karena masih dalam penyelidikan tim kepolisian.

Baca Juga: Dijuluki ‘Little Africa’, Savana di Baluran Jawa Timur Ini Suguhkan Pesona Berbeda Tiap Musim, Intip Luasnya

Mahasiswa Unair yang ditemukan pada Minggu pagi tepatnya di Jalan H.Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso.

Mahasiswa dengan inisial CA yang diketahui asal Kediri tersebut tergeletak di dalam mobilnya bernomor polisi AG 1484 BY.

Polisi menyelidiki isi didalam mobil yang terparkir di sebuah apartemen Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga: Israel Jatuhkan Bom ke Universitas Al-Azhar, Serangan Udara ini Sebabkan Tak Ada Kampus yang Tersisa di Gaza

Di dalam kendaraan itu terdapat beberapa barang pribadi yang berisi identitas korban.

Penyebab tewasnya korban belum dapat dikonfirmasi oleh polisi, karena pihaknya harus melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Saat ini, pihak polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkapkan sebab kematian Mahasiswa Kedokteran tersebut.

Korban dengan inisial CA tersebut dikenal sebagai sosok yang baik dan memiliki banyak teman.

Dirinya juga diketahui merupakan seorang dokter yang menjadi program pendidikan dokter hewan.

Tidak hanya itu CA sedang mengikuti program co-asistensi yang hingga saat ini akan masuk pada divisi.

Berita tewasnya Mahasiswa Kedokteran Unair tersebut mengagetkan pihak kampus. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]