Semakin Memanas! Kini Peperangan Palestina Israel di Gaza Sampai Libatkan Rudal Balistik Kiriman Yaman


InNalar.com –
Saat ini tepat 30 hari semenjak peperangan di jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.

Selain korban yang makin meningkat tiap harinya, bahkan peperangan Palestina-Israel kini telah semakin memanas.

Bagaimana tidak, sejak 31 Oktober kemarin diketahui negara Yaman juga telah mengikuti peperangan tersebut.

Baca Juga: Nina Agustina Punya Hutang Rp3 M, Inilah Harta Kekayaan Bupati Indramayu Jawa Barat yang Sebenarnya

Tidak hanya itu, karena sebenarnya telah banyak hal yang terjadi sejak peperangan di Timur Tengah ini bergejolak kembali.

Seperti halnya Craig Mokhiber selaku direktur komisaris tinggi HAM PBB yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri dari jabatan ya ia duduki ini disebabkan karena ia merasa gagalnya PBB dalam menghalau genosida yang terjadi di Palestina.

Baca Juga: Dinasti Politik Berpotensi Ganggu Demokrasi di Indonesia, Peneliti BRIN Ungkap Bahaya dalam Kekuasaan

Sekedar informasi, saat ini diketahui jumlah korban yang meninggal di Gaza hampir mencapai angka 10 ribu.

Menurutnya, pembantaian disana merupakan ideologi pemukim kolonial yang berlanjut pada penganiayaan serta pembersihan sistematis yang sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Selain kejadian pengunduran diri dari direktur HAM PBB pada 28 Oktober kemarin, pemimpin Iran juga meminta untuk melakukan boikot Israel.

Baca Juga: Total Hunian 2.820 Unit, Proyek Rusun di IKN Miliki Konsep Khusus Millenial, Seperti Apa Ya?

Pemimpin Iran ini juga meminta agar pemboman di Palestina dapat dihentikan, serta jalur ekspor minyak dan pangan ke para Zionis harus dihentikan pula.

Pasalnya, para ulama di Iran juga sudah memperingatkan Israel jika perang ini tak dihentikan, maka kekacauan ini dapat terjadi eskalasi.

Dilansir InNalar.com dari kanal YouTube Gerald Vincent, Hal ini terbukti pada negara Yaman yang mulai menyerang para Zionis sejak tanggal 31 Oktober kemarin.

Adapun pihak dari Yaman yang mengikuti peperangan ini adalah Houthi.

Pada 31 Oktober 2023 diketahui pihak Houthi telah melancarkan 3 serangan menuju ke Israel.

Serangan tersebut meliputi rudal balistik hingga pesawat nirawak atau drone yang berhasil diluncurkan.

Adapun Yaman melakukan hal ini guna membantu agar Palestina dapat meraih kemerdekaanya.

Sedangkan pihak Houthi Yaman ini akan terus ikut menyerang selama Israel tak kunjung menghentikan serangannya ke Gaza. ***

 

Rekomendasi