

inNalar.com – Serangan yang tiada henti dan membabi buta, menumbuhkan persepsi di sebagian masyarakat bahwa Israel adalah kelompok yang kuat.
Berbeda dengan orang yang meneliti Israel dari sudut pandang yang lebih dekat. Persepsi tersebut tidak benar adanya.
Dibalik tampilannya yang kuat dan seolah mampu menghancurkan Palestina hingga luluh lantak, Israel adalah kelompok yang lemah dan terpecah-belah.
Dilansir inNalar.com dari hasil survei Pew Research Center pada Maret dan April 2023, masyarakat Israel mengalami konflik dan terpecah menjadi beberapa circle.
Tidak Sependapat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu
Secara garis besar, jumlah persentase masyarakat Israel yang tidak setuju dengan Netanyahu adalah 52 persen.
Sementara masyarakat yang menyetujui dan berpikiran positif terhadap Netanyahu, hanya mencapai 47 persen.
Baca Juga: Nina Agustina Punya Hutang Rp3 M, Inilah Harta Kekayaan Bupati Indramayu Jawa Barat yang Sebenarnya
Perbedaan pandangan mengenai Netanyahu mencerminkan kesimpulan: bahwa masyarakat Israel penuh dengan konflik dan perpecahan.
Warga Israel sendiri tampaknya menyetujui dan membenarkan hal ini. Sebab, tujuh dari sepuluh orang benar-benar menyaksikan konflik ini.
Bukan politik, konflik dan perpecahan yang paling kuat dan menonjol dari masyarakat ini adalah konflik Arab-Yahudi.
Masyarakat Israel Tertekan hingga Stress dan Bunuh Diri
Dilansir inNalar.com dari video Instagram yang diunggah oleh akun littleproject.idn, tentara Israel stress karena tekanan militer.
Video tersebut menampakkan tentara yang menceritakan kondisi keluarga dan bahkan dirinya sendiri yang mengalami stress dan trauma berat.
Sidang darurat yang diadakan di Knesset Israel pada bulan Agustus 2023 itu semakin memanas, karena sejumlah saksi perang turut dihadirkan.
Salah seorang tentara marah dan mempertanyakan tanggung jawab pemerintah Israel terhadap warganya yang mengalami tekanan.
Ia menceritakan, ayahnya melakukan percobaan bunuh diri hingga 10 sampai 11 kali, karena agenda wajib militer yang terlalu berat.
Ia menyebut, pemerintah Israel tidak melakukan tindakan apapun, dan tidak mempedulikan kondisi kesehatan mental warganya.
Tentara yang lain mengungkapkan bahwa ia sangat frustasi melihat teman-temannya membakar dirinya sendiri di ladang.
Ia menyebut, pemerintah Israel hanya duduk berpangku tangan, tidak pernah bangkit untuk menyaksikan kondisi warganya.
Masyarakat Israel Memiliki Perbedaan Visi dan Misi yang Mencolok
Ada empat jenis Yahudi di Israel, yaitu Yahudi Haredi (ultra Ortodoks), Yahudi Dati (religius), Yahudi Masorti (tradisional), dan Yahudi Hiloni (sekuler).
Meskipun sama-sama Yahudi, perbedaan visi misi di antara mereka sangat mencolok. Hanya 22 persen Yahudi Hiloni yang memandang positif Benjamin Netanyahu.
Perbedaan ini juga dibuktikan dengan kunjungan kelompok Yahudi ke Palestina sebagai tamu.
Mereka menolak kekejaman yang direncanakan perdana menteri mereka, Benjamin Netanyahu, dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Itulah sederet fakta yang membuktikan bahwa Israel terpecah-belah dan lemah, tidak sekuat yang banyak orang duga. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi