Alirkan Anggaran Rp980 Miliar, Solo Bakal Punya Rel Layang Terpanjang di Indonesia, Kapan Bisa Digunakan?

inNalar.com – Pembangunan mega proyek berupa jalur ganda yang akan dilewati oleh kereta Api Solo Balapan menuju ke Kalioso.

Pembangunan rel layang di Solo ini digadang-gadang sebagai proyek pembangunan unggulan dalam bentuk aglomerasi Solo, Klaten dan juga Karanganyar, serta Madiun.

Dari adanya pembangunan tol layang di Solo tersebut nantinya dapat menyongsong perekonomian di wilayah yang lebih maju dan tidak ketinggalan.

Baca Juga: Kabar Duka Datang dari Pemain U-13, Tegar Dwi Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Lapangan

Pembangunan rel layang di Solo ini berada di Simpang Tujuh Joglo Banjarsari yang memiliki panjang hingga 1,3 kilometer.

Rel layang ini merupakan rel layang terpanjang yang ada di Indonesia, adapun desain dari pembangunan rel layang tersebut nantinya akan terdapat sebuah bundaran yang berfungsi sebagai pemecah arus yang berada di bagian bawah.

Bagian bawah bundaran terdapat underpass yang menghubungkan antara Jalan Ki Mangun Sarkoro dengan Jalan Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Innalillahi, Bupati Halmahera Selatan Meninggal Dunia saat Main Bola, Badannya Tiba-tiba Ambruk di Lapangan

Kementerian Perhubungan bertugas untuk pelaksanaan dari pembangunan rel layang, sedangkan untuk pengerjaan underpass pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Pengerjaan dari pembangunan rel layang ini dilakukan dengan prosedur dan juga ketentuan yang tertulis di dalam kontrak, sehingga kualitas kerja dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan target.

Selain itu pembangunan. Jembatan rel kereta ini memiliki panjang hingga mencapai 270 meter, rangka yang digunakan untuk pembangunan jembatan rel layang ini menggunakan besi yang berbentuk bulat.

Baca Juga: Putusan MKMK Kembalikan Eksistensi MK, Namun Sulit Pulihkan Krisis Konstitusi

Sebagian besar pengerjaan dari proses pembangunan rel layang di Solo ini merupakan karya anak bangsa, tentunya hal tersebut sangat membanggakan.

Teknologi yang digunakan juga pertama kalinya di Asia Tenggara dan material yang digunakan berasal dari produk lokal.

Diketahui bahwa Simpang Joglo merupakan titik kemacetan yang tertinggi di Republik Indonesia, sehingga dibangunkannnya sebuah underpass.

Sehingga dari adanya pembangunan rel layang ini diharapkan dapat mengatasi dan juga meminimalisir adanya kemacetan yang berada di Simpang Joglo Solo.

Anggaran yang digelontorkan untuk mensukseskan pembangunan sebuah rel layang yang berada di Solo ini tidaklah sedikit hampir mencapai Rp 1 triliun.

Total anggaran yang dikeluarkan untuk kerampungan proyek rel layang ini membutuhkan nominal sebesar Rp 980 miliar.

Dari adanya tol layang ini memberikan dampak positif mengenai pertumbuhan perekonomian yang pesat khususnya untuk wilayah yang berada di Soloraya sampai ke Madiun.

Dilansir dari Setda Surakarta, rancangan dari pembangunan rel layang di Solo ini akan rampung pada pertengahan tahun 2024, keberadaan jalur ganda Kereta Api Solo menuju Semarang memiliki peran penting untuk keterhubungan antara wilayah Solo dan juga Semarang. ***

Rekomendasi