

inNalar.com – Proyek jembatan yang ada di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur ini sudah dimulai sejak tahun 2014 silam.
Akan tetapi, proyek jembatan di Kutai Timur, Kalimantan Timur ini harus terhenti selama bertahun-tahun tanpa kejelasan.
Baru pada Agustus 2023 lalu, Gubernur Isran Noor melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama tanda dimulainya proyek jembatan di Kutai Timur, Kalimantan Timur ini.
Pembangunan dari jembatan ini utamanya bertujuan untuk menghubungkan antara dua desa di Kutai Timur, yakni Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang.
Dilansir dari Pemkab Kutai Timur, pelaksanaan groundbreaking ini dilakukan di Jalan AW Syahranie Kawasan Bukit Pelangi pada Rabu, 02 Agutus 2023.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan jika dengan adanya jembatan ini, maka, perjalanan menuju ke Kabupaten Berau seperti Kecamatan Batu Putih, Talisayan, hingga Biduk-biduk dapat dipersingkat.
Selain itu, warga biasanya harus menempuh jarak sepanjang 105 km dengan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam jika ingin menempuh perjalanan dari Kecamatan Kaubun menuju Karangan.
“Dengan jarak yang semakin singkat, diharapkan perekonomian kawasan semakin meningkat,” ucap mantan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, yang hadir dalam acara groundbreaking tersebut.
Jembatan yang dibangun di Kutim ini memiliki panjang 150 meter dengan bentang utama 90 meter dan jalan pendekat masing-masing 30 meter.
Adapun lebar dari infrastruktur ini adalah kurang lebih 5 meter.
Memiliki fungsi yang sangat penting bagi masyarakat, jembatan ini ternyata juga dibangun dengan dana yang tidak sedikit.
Untuk pembangunan infrastruktur ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menganggarkan dana sebanyak Rp58,7 miliar.
Adapun tender dari proyek ini dimenangkan oleh PT Arkindo Bahana dengan nilai kontrak mencapai Rp57,9 miliar lengkap dengan paket kegiatan pemancangan pondasi dan dua pilar utama.
Dana sebanyak Rp58,7 miliar tersebut adalah dana yang dianggarkan untuk pembangunan tahun 2023.
Pada tahun 2024 nanti, akan dialokasikan dana sebanyak Rp104 miliar untuk kelanjutan pembangunan struktur atau pengadaan rangka jembatan.
Adapun nama dari jembatan di Kutai Timur, Kalimantan Timur yang pembangunannya sempat mandek selama kurang lebih sembilan tahun ini adalah Jembatan Sei Nibung. ***