Berubah Konsep Jadi Modern, Pasar Sanggeng di Papua Barat Ini Bakal Bantu Kebangkitan Ekonomi di Manokwari

InNalar.com – Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR terus menguatkan komitmennya untuk memberikan fasilitas infrastruktur yang memadai di wilayah Papua.

Salah satunya dengan melakukan pembangunan ulang salah satu pasar di daerah Manokwari, Papua Barat.

Pembangunan ulang tersebut tepatnya dilakukan di Pasar Sanggeng. Dimana, nantinya pasar ini akan menjadi yang terbesar di Manokwari.

Baca Juga: Patung Jokowi di Karo Sumatera Utara Senilai Rp2,5 Miliar Dianggap Buang-buang Duit, Bentuknya Bisa Diubah?

Adapun, pembangunan ulang Pasar Sanggeng ini ditandai dengan peletakan batu pertama pada 25 Oktober 2023 kemarin.

Sementara itu, pembangunan Pasar Sanggeng ditargetkan selesai pada Bulan Juli tahun 2024 mendatang, atau sekitar 9 bulan.

Pembangunan Pasar Sanggeng ini sendiri diperkirakan akan menghabiskan biaya konstruksi sebesar Rp 148,4 miliar, dengan kontraktor PT Nindya Karya.

Baca Juga: Dokter Palestina Kirim Pesan Terbuka untuk 100 Dokter Israel yang Meminta Pengeboman Rumah Sakit di Gaza

Sementara untuk biaya jasa konsultan perencana pembangunan tersebut, menelan biaya kontrak senilai Rp 2,6 Miliar, sebagaimana dikutip dari laman PUPR.

Adapun, Pasar Sanggeng yang dulunya masih menjadi berkonsep tradisional. Nantinya, akan berubah konsep menjadi Pasar Modern.

Dimana, dalam pembangunannya nanti akin menggunakan sistem Building Information Modelling (BIM). Sehingga, pengerjaannya lebih terintegrasi dan efisien.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Panen Sindiran Netizen Usai Ketua MK Anwar Usman Dijatuhi Sanksi oleh MKMK

Selain itu, dalam rangka memberi dukungan terhadap perubahan iklim. Rancangan bangunan Pasar Sanggeng menerapkan Green Building (Bangunan hijau).

Oleh sebab itu, Pasar Sanggeng nantinya akan meminimalisir penggunaan energi, mengedepankan pengelolaan sampah, memiliki tata pencahayaan yang nyaman.

Kemudian, mempunyai pengelolaan sampah, dan bisa mengefisiensi penggunaan air.

Pasar Sanggeng dengan konsep modern ini berada di atas lahan seluas 27.809 M2, dan luas bangunan sebesar 21.519 M2. Artinya, bangunan tersebut lebih besar dari sebelumnya yang hanya mencapai 11.563 m2.

Sementara itu, bangunan yang akan dibuat menjad 3 lantai ini, memiliki kapasitas 1.106 los dan 394 unit kios.

Kemudian, Pasar Sanggeng juga nantinya digadang-gadang akan menjadi Pasar dengan konsep Modern terbesar di Manokwari.

Bahkan, Pasar Sanggeng nantinya akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti toilet umum, ruang laktasi, ruang ibadah, hingga pusat kuliner.

Sebagai pasar tradisional yang dibangun sejak tahun 1989 ini, Pasar Sanggeng sendiri pernah mengalami kerusakan akibat kebakaran, yang terjadi pada tahun 2018.

Padahal pasar tersebut sudah bertahun-tahun sudah menjadi pasar yang membantu perekonomian masyarakat Manokwari.

Oleh sebab itu, pembangunan Pasar Sanggeng oleh PUPR dengan konsep modern diharapkan bisa memacu kebangkitan ekonomi di Manokwari.

Di sisi lain, sebagai pusat pemerintahan sudah seharusnya Manokwari memiliki pasar yang representatif dan memadai dalam kegiatan perputaran perekonomian. ***

Rekomendasi