Dokter Palestina Kirim Pesan Terbuka untuk 100 Dokter Israel yang Meminta Pengeboman Rumah Sakit di Gaza

inNalar.com – Beberapa waktu lalu, lebih tepatnya pada 5 November 2023, sebanyak 100 orang dokter Israel menandatangani persetujuan surat terbuka yang menuntut pasukan Israel untuk mengebom rumah sakit yang ada di Gaza.

Menaggapi hal tersebut, dokter-dokter Palestina menyampaikan pesan terbuka kepada 100 kolega sesama dokter mereka.

Pesan terbuka yang ditujukan untuk dokter Israel ini disampaikan melalui sebuah video. Salah satu pengunggah video tersebut adalah akun Twitter (X) bernama @ytirawi.

Baca Juga: Mengintip Uniknya Suku Hongana Manyawa di Hutan Halmahera, Kian Terancam dengan Hadirnya Tambang Nikel?

Video yang diunggah dengan menggunakan bahasa arab tersebut kemudian diterjemahkan oleh akun Twitter (X) @kucinggendut__.

Dalam surat terbuka tersebut, dokter-dokter Palestina menyampaikan jika mereka yang berada di Jalur Gaza, juga sebagai perwakilan dari dokter di seluruh dunia, adalah duta perdamaian serta penyelamat nyawa.

Semua dokter di dunia ini disumpah untuk melindungi nyawa manusia dan tidak diperbolehkan untuk mengkhianati sumpah tersebut.

Baca Juga: Pasca Anwar Usman Terbukti Lakukan Pelanggaran Kode Etik Berat, Mahfud MD Kini Mengaku Bangga Lagi dengan MK

Dokter Palestina juga mengatakan jika apa yang dokter Israel lakukan adalah bentuk pengkhianatan dari profesi medis yang mulia.

Selain itu, permintaan untuk menghancurkan rumah sakit yang ada di Gaza yang di dalamnya berisi staf medis, korban luka-luka, pasien yang sakit, serta para pejuang yang gugur juga merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan medis.

Para dokter Palestina juga meminta kepada WHO maupun organisasi HAM lainnya untuk meminta pertanggungjawaban atas pernyataan mereka yang ingin menghancurkan rumah sakit.

Baca Juga: Ditarget Rampung Akhir 2023, Tol Solo-Jogja Bakal Jadi Jalur Konektivitas Segitiga Emas Sektor Pariwisata

“Kami mengimbau untuk mencabut segala lisensi serta segala yang berhubungan dengan lisensi kedokteran dari mereka yang tidak merepresentasikan (dokter) sama sekali,” ucap Dokter Marwan Shafic Al-Hams, Direktur RS Muhammad Yusuf Al Najjar.

Sumpah dokter baik di Indonesia maupun Hippocratic Oath memiliki poin yang sama, salah satunya adalah yang pertama, dokter membaktikan hidupnya guna kepentingan kemanusiaan.

Dengan bunyi sumpah pertama demikian, maka, apa yang dokter Israel lakukan adalah bentuk dari sumpah dokter yang pertama dan paling utama.

Selain itu, sepeti yang sudah diketahui, Israel hingga saat ini masih melakukan serangan terhadap tenaga medis, rumah sakit, dan juga ambulans yang membawa pasien.

Menurut Hukum Humaniter Internasional Aturan 25, personli medis harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaaan.

Namun, serangan yang terus dilakukan terhadap tenaga medis tersebut, membuat Israel melanggar hukum internasional untuk kesekian kalinya. ***

 

Rekomendasi