Usianya 7 Abad, Wilayah Berkonsep Tri Mandala di Indonesia Ini Jadi Desa Terbersih di Dunia, Lokasinya di…

inNalar.com – Desa terbersih di dunia ternyata salah satunya ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namanya desa Penglipuran, memasuki kawasan pedesaan Kubu, kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, provinsi Bali.

Desa Penglipuran sudah menjadi ikon wisata terkenal di Bali. Banyak turis lokal maupun internasional yang datang mengunjungi tempat ini.

Baca Juga: Menelusuri Desa Kete Kesu, Warisan Tradisi dari Tana Toraja dengan Kuburan Ikonik Berusia 500 Tahun

Dilansir inNalar.com dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun Ric snt, desa terbersih di dunia ini sangat asri.

1. Memiliki Konsep Tri Mandala

Desa Penglipuran ditata dengan rapi dan dibagi menjadi tiga wilayah, atau disebut juga dengan konsep Tri Mandala.

Wilayah yang pertama adalah ‘Utama Mandala’, yaitu tata ruang paling ujung dan paling tinggi, yang khusus digunakan untuk beribadah.

Baca Juga: Ratakan 600 Ha Tanah, Bendungan Jragung di Semarang Bakal Tenggelamkan Desa Jawa Kuno Saksi Penjajahan?

Wilayah yang kedua adalah ‘Madya Mandala’, yaitu pemukiman warga desa Penglipuran itu sendiri.

Uniknya, rumah warga di desa ini sangat sederhana, dan hanya berupa gubug-gubug kecil saja.

Bagian rumah yang paling depan didesain mirip dengan bangunan lainnya. Sehingga, dari jalan tengah desa tampak estetik.

Baca Juga: Rumah Berjajar Bak Crazy Rich, Warga Desa Pragaan di Sumenep Madura Ini Ternyata Isinya Pengemis Semua?

Wilayah desa Penglipuran yang terakhir adalah ‘Nista Mandala’, yaitu zona khusus untuk pemakaman warga penduduk setempat.

2. Memiliki Pemandangan yang Asri

Desa Penglipuran berada di ketinggian 600 mdpl. Hal ini membuat udara di desa ini masih sangat sejuk.

Sepanjang jalan desa cantik di Bali ini, terdapat banyak sekali tanaman dan bunga yang ditanam oleh warga setempat.

Selain itu, dari 112 hektar desa ini, 45 hektarnya didominasi oleh hutan bambu yang tidak boleh sembarangan.

3. Memiliki Tempat Pengolahan Sampah Sendiri

Kesadaran masyarakat desa Penglipuran sangat tinggi. Mereka mencintai kebersihan lingkungan sekitarnya.

Saking bersihnya, desa ini mendapat penghargaan sebagai desa terbersih di dunia pada tahun 2016.

Hebatnya, desa Penglipuran memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. Mereka memilah sampah organik dan non organik.

Sampah organik akan diolah sendiri dan dijadikan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman di desa.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1997 dan Dulunya Bergengsi, Tempat Wisata di Bali Ini Ingin Tandingi Ancol, Tapi Kini…

Sementara sampah non organik atau plastik, akan dikumpulkan dan dibawa ke depot pengolahan sampah di Denpasar.

4. Memegang Teguh Adat dan Budaya

Mayoritas warga di desa ini beragama Hindu. Mereka masih memegang teguh adat dan kepercayaan agama mereka.

Warga desa Penglipuran juga melestarikan kebudayaan lokal. Mereka memiliki sanggar tari dan tempat kerajinan sendiri.

Kerajinan yang berasal dari desa terbersih di dunia ini di antaranya adalah wadah anyaman bambu yang dipoles dengan lukisan. ***

 

Rekomendasi