

inNalar.com – Mahasiswa Unair yang tewas di dalam mobil depan halaman apartemen Sidoarjo, Jawa Timur telah menggegerkan publik.
Ia ditemukan tewas pada Minggu, 5 November 2023 lalu.
Malangnya, ia ditemukan telah tidak bernyawa dalam keadaan kepala terbungkus plastik dan terhubung dengan gas helium yang diduga telah dihirup.
Diketahui mahasiswa Unair Fakultas Kedokteran Hewan ini juga telah meninggalkan sepucuk surat wasiat sebelum meninggal.
Melansir dari Antara, surat yang sengaja ia tulis tersebut dibuat dalam bahasa Inggris.
Yakni ditujukan untuk orang tua, sahabat, paman, serta saudara korban.
Ia meninggalkan dua lembar surat wasiat yang bertuliskan ucapan minta maaf kepada orang-orang terdekatnya.
Berikut dua lembar surat wasiat yang korban tinggalkan dengan bahasa Inggris yang telah diterjemahkan.
Surat Wasiat Pertama
“Dear Mama,
Terimakasih selama ini sudah melindungiku. Tapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia
Aku tidak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini.
Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.
Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup. Aku tidak melihat masa depan untukku.
Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukanlah salahmu.
Aku tidak akan menyalahkanmu. Maaf aku tidak dapat mencintaimu kembali.
Maaf aku tidak bisa melindungimu.”
“Dear saudaraku (laki-laki dan perempuan),
Aku harap kalian tidak berakhir sepertiku.
Kalian mungkin meliat aku sebagai anak yang cerdas/pintar. Tapi aku tidak secerdas/sepintar itu.
Aku adalah orang yang bodok yang tidak pernah melihat dunia sebenarnya.
Aku sudah buta selama ini dan sudah memberi kalian harapan palsu.
Dunia ini kejam, ingat itu! Aku mencintai kalian.
Tapi aku tidak dapat melakukannya lagi semenjak aku berhenti berharap.
Sudah terlambat sekarang.
Apabila seluruh dunia bertanya, aku tidak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana.”
Baca Juga: Viral Seorang Wanita Ngaku Dilecehkan di SPBU Jogja, Terduga Pelaku Lolos Jeratan Hukum!
Surat Wasiat Kedua
“Dear paman,
Terimakasih telah membukakan mataku untuk melihat dunia yang kejam.
Tapi anak bodoh dan rapuh yang kamu cintai ini tidak bisa berteman dengan kenyataan.
Aku lebih memilih kabur. Maaf aku pengecut. Aku tidak pintar/cerdas, aku tidak bijaksana.
Kau melihatku salah. Aku melihat tidak ada masa depan & kesuksesan.”
“Dear sahabat,
Kalian begitu kuat dan berani. Aku harap aku bisa seperti kalian.
Tetapi kalian tahu, aku itu lemah. Tidak punya motivasi.
Aku harap kalian bahagia selamanya. Aku tahu kalian bisa.
Maafkan aku. Aku sayang kalian.
Apabila setiap orang pernah menemuiku. Jika aku salah, bunuh saja aku.
Untuk dunia. Iya, kau sudah menumbuhkan kegagalan, generasi yang lemah.
Hidup segan mati tidak mau? Aku memilih untuk mati.”
Dengan temuan surat wasiat di atas menguatkan dugaan bunuh diri telah sengaja dilakukan oleh korban.
Akan tetapi, pihak polisi sendiri masih belum mengambil kesimpulan.
Hal ini karena masih menunggu hasil autopsi keluar sehingga dapat menyatakan penyebab meninggalkan korban secara jelas.
Akan tetapi, pastikan untuk mengambil hal-hal bijak dari kasus ini.
Hindari melakukan tindakan yang dapat melukai atau bahkan menghilangkan nyawa diri sendiri.***