

inNalar.com – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di daerah Gaza terus meningkat.
Bahkan kabar terbarunya terdapat hingga 10.000 korban tewas per tanggal 7 Oktober 2023 akibat serangan Israel.
Jumlah tersebut belum termasuk korban-korban di Gaza yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Tidak hanya melakukan serangan dengan menggunakan senjata, tetapi serangan dilakukan dengan penutupan akses terhadap barang-barang penting.
Akses bahan bakar, makanan serta akses listrik ditutup oleh Israel untuk tidak masuk di Jalur Gaza.
Hal tersebut mengakibatkan 16 rumah sakit terpaksa menghentikan operasinya akibat kehabisan bahan bakar.
Dari jumlah total 35 rumah sakit hanya 19 rumah sakit di Gaza yang masih beroperasi.
Penghentian operasi tersebut terjadi karena jumlah dari korban terluka terus meningkat.
Kondisi tersebut tentunya dapat mempersulit evakuasi korban dan menangani korban yang terluka.
PBB mengatakan terdapat 1,5 juta orang atau lebih dari setengah populasi Gaza telah mengungsi.
Melansir dari Al jazeera, jumlah korban luka sejak awal pemboman 7 Oktober di Gaza terus meningkat.
Bahkan jumlah tersebut menyentuh angka 25.408 orang yang disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza.
Serangan demi serangan terus dilakukan oleh Israel terhadap daerah Gaza, sehingga membuat masyarakat tidak tahu kapan peperangan akan berakhir.
Negara Amerika telah menyatakan untuk mendukung penghentian serangan sementara.
Hal itu dikarenakan agar bantuan pertempuran bis lebih banyak masuk ke daerah Gaza.
Akan tetapi Israel kurang menunjukkan antusiasme terhadap gagasan yang dikeluarkan Amerika.***