Telan Biaya Rp2,8 T, Bendungan Leuwikeris di Jabar Rampung Akhir 2023, Siap Pasok Air Baku ke 4 Wilayah di…

inNalar.com – Bendungan Leuwikeris merupakan salah satu program pembangunan dari Kementerian PUPR yang saat ini masih terus berlangsung.

Posisi bendungannya sendiri berada di dua wilayah kabupaten yang berbeda.

Tepatnya di Kabupaten Ciamis serta Kabupaten Taksimalaya sehingga terlihat cukup luas.

Baca Juga: Hampir Rampung, Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan Mampu Mengairi 3.000 Hektar Lahan Pertanian

Bendungan Leuwikeris memiliki tampungan yang cukup efektif yakni mencapai 45,35 juta m3.

Selain itu, areanya juga akan memasok air untuk Daerah Irigasi atau DI eksisten seluas 11.216 hektare.

Kemudian akan dimanfaatkan pula sebagai penyedia air baku untuk beberapa wilayah di Jawa Barat.

Baca Juga: Ditarget Rampung 2023, Bendungan di Aceh Ini Masih Lambat Pergerakan, Hingga Diprediksi Tak Selesai Tahun Ini?

Yakni Kota Banjar, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Ciamis sebesar 845 liter per detiknya.

Melansir dari laman Kementerian PUPR, Bendungan Leuwikeris ini ditargetkan akan rampung pada akhir 2023 mendatang.

Pembangunan bendungan tersebut juga akan bermanfaat untuk membantu mereduksi banjir 25 tahunan.

Baca Juga: Mangkrak 9 Tahun! Proyek Bendungan Keureuto di Aceh Ini Timbulkan Masalah Serius Bagi Masyarakat, Apa Itu?

Tepatnya dari 509,7 m3/detik menjadi 450,2 m3/detiknya.

Areanya juga disebut berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA dengan daya mencapai 2×10 MW.

Pembangunan Bendungan Leuwikeris juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan setempat.

Terutama dalam kegiatan pariwisata yang nantinya bisa dilakukan di sekitarnya.

Konstruksi bendungannya sendiri telah mulai dikerjakan sejak tahun 2016 lalu.

Suplai air yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu para petani dalam meningkatkan intensitas tanamnya.

Terutama jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya dapat memanen satu kali saja dalam setahun.

Proses pembangunan bendungan ini sendiri diperkirakan menyentuh biaya sektor Rp2,8 triliun.

Yakni dengan luas Daerah Aliran Sungai atau DAS mencapai angka 646 km2.

Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR juga mengungkapkan bahwa saat ini Sungai Citanduy masih belum mempunyai bendungan.

JIKA Bendungan Leuwikeris telah rampung, maka tentu kontinuitas suplai air ke area persawahan dapat terjaga dengan baik.

Terlebih selama ini lahan pertanian di kawasan setempat sering mengalami banjir saat musim hujan.

Kemudian kekurangan air di musim kemarau. Tentu kehadiran Bendungan Leuwikeris sangat bermanfaat untuk mengatasi permasalahan tersebut.***

 

Rekomendasi