Dibangun Langsung Soekarno, Mall Pertama di Jakarta Ini Simpan Banyak Harta Karun Berharga Indonesia

inNalar.com – Jakarta merupakan surganya pusat perbelanjaan atau mall.

Salah satu mall yang ada di Jakarta merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang ritel.

Mall di Jakarta yang menjadi bagian dari BUMN tersebut dikenal dengan nama Sarinah.

Baca Juga: Diduga Tidak Bisa Menyetir, Staff Marketing Mobil di Pameran Mall Paragon Semarang Menabrak Pengunjung

Pembangunan Sarinah ini digagas oleh Bapak Proklamator Indonesia, Presiden Soekarno.

Dilansir inNalar.com dari laman PT Sarinah, pembangunan Sarinah ini dilakukan untuk mewadahi kegiatan perdagangan produk dalam serta mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Sarinah diresmikan pada 15 Agustus 1966 dan menjadi mall pertama di Indonesia.

Baca Juga: Usai Mangkrak 10 Tahun, Proyek Mall Megah di Padang Sumatera Barat Ini Dilanjutkan, Investasinya Rp500 Miliar!

Selain menjadi mall pertama di Indonesia, Sarinah juga menjadi gedung pencakar langit pertama di Indonesia.

Menjadi mall tertua, Sarinah mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 2020.

Pada saat proses renovasi, terungkap bahwa Sarinah ternyata memiliki ‘harta karun’ yang terpendam di basement gedung.

Baca Juga: Ada Sekolah dan Mall, 10 Proyek Senilai Rp12 T di IKN Kalimantan Timur Ini Bakal Groundbreaking November 2023

Harta karun yang ada di basement gedung Sarinah berupa relief bersejarah peninggalan masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Pada saat renovasi ini, relief tersebut juga dipugar dan kini dipindah.

Relief bersejarah tersebut dipindah ke bagian mal yang ramai dilalui pengunjung.

Maka dari itu, setelah renovasi selesai keindahan relief ini dapat dinikmati banyak orang.

Diketahui bahwa relief tersebut ternyata digagas oleh Bung Karno yang pembuatannya sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern.

Relief tersebut dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta yang menampilkan para penjajah hasil pertanian.

Hal tersebut melambangkan perjuangan rakyat kecil yang mencari nafkah.

Bisa dibilang relief tersebut juga melambangkan keberpihakan ekonomi pada rakyat.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]