Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Gaza, Warganet Global Sebut Tragedi Nakba Telah Terjadi untuk Kedua Kalinya

inNalar.com – Ribuan warga Palestina terlihat meninggalkan Gaza utara pada 8 November 2023 kemarin.

Terdapat setidaknya 15.000 orang Palestina yang pergi meninggalkan Gaza utara pada hari Rabu, 8 November 2023.

Para warga yang pergi meninggalkan rumah dan tanah kelahiran mereka tersebut, mengibarkan bendera putih seraya berjalan beriringan dalam kelompok yang besar.

Baca Juga: Sebulan Konflik di Gaza, Hamas Membunuh 1.400 Warga Israel Ternyata Hanya Hoax Belaka, Kenyataannya…

Kejadian memilukan ini dibagikan oleh sebuah akun Twitter (X) @gazanotice dengan caption “today. is a new Nakba! Thousands of people in Gaza are leaving the city,” tulisnya.

Adapun arti dari caption tersebut adalah “hari ini. adalah Nakba yang baru! Ribuan orang di Gaza pergi meninggalkan kota.”

Unggahan yang mendapat lebih dari 36.000 likes dan 23,8 ribu retweets ini mengundang banyak perhatian dari banyak warganet global.

Baca Juga: Nama Ketua MK Baru Keluar! Saldi Isra Tetap Jadi Wakilnya, Siapa Sosok Hakim Pengganti Anwar Usman?

Kebanyakan dari mereka merasa sedih dan bersimpati kepada warga Gaza yang harus pergi dari tanah kelahirannya demi bertahan hidup.

Salah satu komentar yang menyuarakan kesedihannya akan nasib warga Gaza ini adalah akun Twitter (X) @LaPoca3 yang menuliskan “I did not live to witness the first Nakba 74 years ago; now I find myself witnessing Nakba 2.0 today. The world has once again failed Palestinians. Sad day.”.

Adapun arti dari komentar di atas adalah “Aku tidak hidup untuk menyaksikan Nakba pertama 74 tahun yang lalu; sekarang, aku menyaksikan Nakba 2.0 hari ini. Dunia sekali lagi sudah mengewakan Palestina. (Sungguh) hari yang menyedihkan.”.

Baca Juga: Serap Rp1,3 T, Bendungan di Banten Ini Bakal Aliri 9 Kota dan Hasilkan Tenaga Listrik Ramah Lingkungan

Kejadian yang mirip dengan peristiwa Nakba 1948 ini terjadi setelah Israel memberi jeda waktu empat jam untuk para warga Gaza mengungsi sebelum terjadi pertempuran.

Apa itu Nakba?

Dilansir dari UN, Nakba dalam bahasa arab memiliki arti ‘bencana’. Hal ini mengacu pada nasib warga Palestina yang harus kehilangan tanah kelahiran mereka selama perang Arab-Israel pada tahun 1948.

Awal mula dari konflik ini adalah pada saat tahun 1930-an, terjadi konflik sengit antara orang Arab dan Yahudi.

Orang-orang Yahudi yang pada saat itu sedang melarikan diri dari Jerman karena pembantaian yang dilakukan oleh Nazi bermigrasi secara besar-besaran ke Palestina untuk menyelamatkan diri.

Kedatangan warga Yahudi yang banyak ini akhirnya menyulut konflik dengan warga lokal Palestina. Apalagi pada saat itu orang Yahudi ingin membuat negara sendiri dimana warga Palestina juga sedang berjuang untuk merdeka dari Kolonial Inggris.

Konflik antara Palestina dan Yahudi ini membuat Kolonial Belanda yang saat itu menguasai wilayah Palestina kewalahan dan meminta bantuan PBB.

Setelah diadakan persidangan pada tahun 1947, hasilnya wilayah Palestina dibagi menjadi dua, satu untuk orang Yahudi dan satu lagi untuk warga Palestina.

Akan tetapi, keputusan PBB ini ditolak oleh negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab.

Meskipun mendapat penolakan, pada Mei 1948, orang Yahudi mendeklarasikan pendirian negara mereka sendiri, yakni Israel.

Karena hal ini, koalisi lima negara Arab menyatakan peperangan terhadap negara Israel dan berakhir dengan kekalahan.

Karena kekalahan mereka tersebut, sebanyak 40% wilayah yang seharusnya menjadi milik Palestina, sesuai dengan hasil rapat PBB tahun 1947, dikuasi oleh Israel.

Akibat dari kejadian yang kemudian dikenal sebagai Nakba ini, sekitar 700.000 warga Palestina harus terusir dari tanah kelahiran mereka sendiri dan menyelamatkan diri ke negara-negara lain.***

 

Rekomendasi