

inNalar.com – Sebuah video singkat yang bersumber dari media sosial Twitter @1GHUNAIM yang diunggah ulang oleh akun bernama @tanyakanrl memperlihatkan ribuan warga Palestina berjalan berbondong-bondong memenuhi jalan.
Video yang memperlihatkan realita warga Palestina tersebut bagai mengulang kisah sejarah eksodus pertama kali yang pernah terjadi usai Perang 1948.
Ribuan warga Palestina nampak berjalan bersama meninggalkan tanah kelahiran mereka usai tiga serangan Israel ke kamp pengungsian di Gaza.
Melansir dari laman Al Jazeera, serangan terakhir Israel menyasar pada kamp Al – Maghazi yang dikabarkan menewaskan hampir sebanyak 50 jiwa.
Sementara serangan di kamp lainnya meliputi kamp pengungsian Jabalia dan Bureij yang menelan korban tewas hingga 200 orang lebih.
Sekjen PBB Antonio Guterres menyoroti serangan Israel ke Palestina yang menyasar lingkungan sipil meliputi kamp pengungsian, rumah sakit, tempat ibadah seperti gereja dan masjid.
Baca Juga: Sebulan Konflik di Gaza, Hamas Membunuh 1.400 Warga Israel Ternyata Hanya Hoax Belaka, Kenyataannya…
Bahkan fasilitas PBB sekalipun masuk dalam target serangan Israel di Palestina. Korban
Jumlah korban jiwa akibat serangan Israel ke Palestina dalam total akumulasi 31 hari terakhir ini diketahui telah menembus 10.022 orang dengan 4.104 di antaranya masih berusia anak-anak.
Segerombolan warga Palestina yang berjalan bersamaan menuju keluar wilayah tersebut seolah mengingatkan pada kejadian awal Israel merebut secara terbuka tanah tempat bertumbuhnya tiga agama di dunia tersebut.
Baca Juga: Nama Ketua MK Baru Keluar! Saldi Isra Tetap Jadi Wakilnya, Siapa Sosok Hakim Pengganti Anwar Usman?
Rekaman catatan kisah eksodus 1948 yang disebut serupa dengan apa yang terjadi dalam video singkat menyedihkan tersebut diabadikan dalam sebuah buku ‘Encyclopedia of the Palestinians’ karya Philip Mattar (2005).
Para sejarawan melihat adanya dua pandangan saat terjadinya peristiwa memilukan yang mirip pada apa yang baru-baru ini terjadi di tanah sengketa tersebut.
Seorang pengamat bernama Danny Rubinstein, melalui laman Palestine – Israel Journal pun mengungkap bahwa saat eksodus 1948 terjadi ada dua pandangan yang terlihat dari potret realitas tersebut.
Pandangan pertama mengungkap dari sudut pandang Israel bahwa zionis memandang para penduduk Arab di Palestina kala itu memutuskan untuk melarikan diri secara sukarela.
Sementara pandangan kedua dari kacamata pihak penduduk Arab berpendapat bahwa mereka diusir oleh kaum Zionis dan membuat mereka terpaksa meninggalkan negerinya sendiri.
Sebagaimana yang terjadi di masa kini, peristiwa pembantaian pun dilakukan secara masif oleh Israel sejak Desember 1947 sampai dengan Januari 1948, sehingga itulah mengapa potret kisah Palestina ini bagai mengulang kisah masa lalu generasi terdahulu mereka.***