

inNalar.com – Presiden Jokowi hadir dalam acara HUT ke-59 Golkar pada Senin, 6 November 2023 lalu.
Akhir-akhir ini sendiri telah viral sindiran dari sang presiden kepada publik. Yakni tentang politik di tanah air yang terkesan terlalu banyak drama.
Menurut Presiden Jokowi, politik di tahun ini menuai banyak kontroversi.
Mulai dari pencalonan calon presiden dan wakil presiden sampai dengan putusan MK (Mahkamah Konstitusi).
Melansir dari Antara, presiden mengungkapkan hal tersebut pada momen saat dirinya sedang berpidato di acara ulang tahun Partai Golkar tersebut.
Presiden menuturkan bahwa ia melihat politik akhir-akhir ini terlalu banyak dramanya.
Baca Juga: Permudah Akses Air Bersih, IPA Cendana IV di Samarinda Ini Habiskan Dana Rp40 Miliar, Kapasitasnya…
Ia juga mengatakan lagi bahwa terlalu banyak drakor dan sinetronnya.
Ia menyebutkan bahwa seharusnya yang terjadi adalah pertarungan gagasan dan ide.
Menurutnya, politik bukanlah sebuah pertarungan perasaan.
Sementara itu, menurut Ujang Komarudin selaku Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia mengatakan bahwa sindiran tersebut ditujukan kepada PDIP.
Menurut Ujang, sindiran ini memang jauh lebih tepat ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan saat ini.
Tidak lain yakni Hasto Kristiyanto atas pernyataan sakit hatinya yang ditinggal oleh presiden serta politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dalam hal mengajukan Hak Angket.
Ujang menuturkan bahwa politik saling sindir seperti ini sebenarnya termasuk hal yang sudah lumrah.
Terutama antara kawan lama yang memang berseberangan pilihannya.
Saat Presiden Jokowi menjadi kader dari PDI Perjuangan, mereka memang saling akrab.
Bahkan telah memenangkan pemilu sebanyak 2 kali. Yakni pada tahun 2014 sampai 2019 sebagai presiden.
Sayangnya, ketika Presiden Jokowi mendukung calon yang bukan berasal dari PDIP, menurut Ujang saat ini sang presiden menjadi lawan politik dari PDI Perjuangan.
Hasto Kristiyanto sendiri beberapa kali menyatakan atas kesedihannya karena Jokowi dinilai telah meninggalkan partai.
Padahal, menurutnya PDI Perjuangan selama ini telah memberikan keistimewaan serta mencintai Jokowi.
Pada acara HUT Golkar sendiri sang presiden mengungkapkan bahwa ia telah melihat banyak drama layaknya sebuah sinetron dalam dunia politik tahun ini.
Padahal, harusnya mengutarakan gagasan sebagai pertarungan antar capres-cawapres menjelang Pilpres 2024 mendatang.
Menurut Presiden Jokowi, jika yang terjadi pertarungan perasaan maka akan mennyebabkan semuanya repot.
Akan tetapi, sang presiden sendiri tidak menjelaskan secara rinci mengenai pihak mana yang dimaksud dalam istilah drama di dunia politik tersebut.***