Warna Airnya Merah, Sungai Marak di Gunung Beriun Kalimantan Timur Ini Tetap Jernih, Apakah Bisa Diminum?

inNalar.com – Sungai Marak terletak di provinsi Kalimantan Timur, dan menyebar ke wilayah Kalimantan yang lain.

Sungai Marak sangat unik, dikarenakan warna airnya yang tidak biasa, yaitu berwarna merah pekat.

Meski berwarna merah, air sungai Marak tetap jernih, kita bisa menyaksikan bebatuan dan pasir di dasar sungai.

Baca Juga: Ada Sejak 1986, Jembatan di Samarinda Kalimantan Timur Punya 6 Bentang, Pembangunan Libatkan Teknologi Belanda

Dilansir inNalar.com dari laman Protokol dan Komunikasi Sektretariat Daerah Kab. Kutai Timur, sungai yang berwarna merah ini sudah ada sejak jaman dahulu.

Asal Usul Warna Merah Sungai Marak

Warna merah yang ada pada sungai Marak ini disebabkan oleh kontaminasi akar pepohonan yang terletak di hutan Gunung Beriun.

Akar-akar tersebut mengandung senyawa sebagaimana ditemukan pada daun teh, dan menghasilkan warna mirip teh.

Baca Juga: Spongebob Island Ternyata Ada di Indonesia! Ini Potret Pulau Manimbora Kalimantan Timur, Punya Kisah Mistis?

Sungai Marak terletak di kawasan Gunung Beriun yang merupakan bagian dari hujan tropis khas Kalimantan.

Menurut para ahli, jika warna merah ini disebabkan oleh serbuk tanaman, warnanya pasti tidak awet dan membuat air keruh.

Ada sungai lain yang berhulu di Gunung Beriun, yaitu sungai Nabri, sungai Intai, sungai Nyuaring, dan sungai Pangean.

Baca Juga: Luasnya 15.000 ha, Kutai Barat Punya Danau Terbesar se-Kalimantan Timur yang Dikelilingi Kampung di Atas Air

Uniknya, keempat sungai ini tidak berwarna merah, hanya sungai Marak saja yang berwarna merah.

Sungai Marak Menjadi Tumpuan Para Pendaki dan Warga

Fakta lainnya, sungai merah di Kalimantan Timur ini menjadi andalan pasokan air oleh para pendaki yang melintas.

Sepanjang jalur pendakian, hanya ada sungai Marak yang bisa dimanfaatkan untuk memasak dan kebutuhan lainnya.

Sungai merah ini mengalir sejauh 9 kilometer, rasa airnya tawar dan sangat segar, aman untuk dikonsumsi.

Para ahli mengatakan, kandungan yang terdapat dalam sungai merah ini dapat mencegah penuaan dan memutihkan kulit.

Selain menjadi andalan pasokan air para pendaki, sungai Marak ternyata juga menjadi tumpuan warga kampung Baay di desa Muara Bulan.

Kelestarian Sungai Marak Semakin Terancam

Seiring berjalannya waktu, perkembangan dunia mengancam kelestarian sungai merah di berbagai wilayah di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

Menurut pengakuan warga, sering terjadi aktivitas penebangan hutan baik secara resmi maupun ilegal di Gunung Beriun.

Jika aktivitas ini dibiarkan, populasi pohon di Gunung Beriun akan berkurang seiring dengan berkurangnya warna merah di sungai Marak.

Untungnya, warga setempat dan para pecinta alam memiliki kesadaran yang sangat tinggi untuk memantau aktivitas ini.

Mereka juga khawatir, jika kelestarian kawasan Gunung Beriun, terutama sungai merah tidak terjaga dan terganggu.

Imbasnya, ekosistem alam menjadi tidak seimbang, keindahan hutan tropis di Kaliamantan Timur juga akan hilang. ***

 

Rekomendasi