Breaking News! Israel Ngaku Tembaki Warganya Sendiri di 7 Oktober, Hamas Memang Jadi Sasaran Fitnah?

InNalar.com – Hamas selaku kelompok militan Palestina nampaknya memang menjadi sasaran fitnah Israel setelah terkuak bahwa bukan mereka yang menembaki masyarakat sipil di peristiwa 7 Oktober 2023.

Tercatat sudah selama lebih dari 30 hari perang antara Israel vs Palestina kembali pecah.

Hal ini bermula setelah Hamas melancarkan aksinya pada tanggal 7 Oktober 2023 yang membuat Israel kesal dan membobardir Palestina tanpa ampun hingga saat ini.

Baca Juga: Kabar Mengharukan Datang dari Gaza! Gadis 11 Tahun Tulis Wasiat untuk Penemunya Saat Ia Syahid: Minta Tolong…

Namun kini situasi perang semakin memanas setelah muncul video soal serangan pada awal Oktober 2023 lalu.

Yakni beredar di media sosial sebuah video singkat yang berasal dari kamera helikopter Israel.

Dalam video yang beredar, helikopter Israel itu malah menembakkan masyarakat sipilnya sendiri di acara konser yang berlangsung pada 7 Oktober 2023 lalu.

Baca Juga: Israel Buat UU Diluar Nalar, Warga Palestina yang Dukung Negara Sendiri Akan Dipenjara 1 Tahun, Kok Bisa?

Nampak tentara Israel atau IDF menembaki semua orang yang kabur karena panik di konser tersebut dengan senjata yang ada di helikopter tersebut.

Setelah sempat diragukan, namun akhirnya media Israel yakni ynet memberikan konfrimasi soal rekaman video tersebut.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa situasi saat itu sangat keos hingga IDF akhirnya turun tangan.

Baca Juga: Gawat! 7 Kendaraan ICRC yang Bawa Pasokan Medis ke Gaza Malah Ikut Ditembaki Israel, Sebabkan 2 Truk Rusak!

Helikopter Apache milik Israel kemudian datang dan menembaki warga dan kendaraan sipil secara membabi buta.

Faktor tersebut lah yang menyebabkan banyaknya kendaraan terbakar hingga hancur.

Meski demikian, walau telah mengakui bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil di 7 Oktober 2023, namun Israel tetap berdalih dan mengeluarkan 1001 alasan.

Yakni mengatakan bahwa tembakan-tembakan tersebut terjadi karena para tentara kesulitan membedakan antara pejuang Hamas, tentara dan warga sipil.

Kemudian IDF merasa terkecoh dengan penyamaran Hamas dan mengira mereka adalah orang Israel untuk waktu yang cukup lama.

Hingga akhirnya sejumlah IDF menyadarinya dan mulai menyerang Hamas tanpa adanya izin dari atasannya.

Angkatan Udara IDF yakin bahwa jika bukan karena tembakan bantuan dan banyaknya serangan yang dilakukan oleh helikopter tempur IDF pada hari itu akan semakin banyak korban yang berjatuhan.

Selain itu dalih lainnya pun disebutkan oleh Israel yang tetap menyalahkan Hamas.

Meski demikian, video yang viral di media sosial pun dianggap oleh netizen sebagai bukti bahwa Hamas telah membantai 1.400 warga sipil pada 7 Oktober 2023 tidaklah benar.

Baca Juga: Psikiater Pribadi Benjamin Netanyahu Tewas Bunuh Diri! Surat Catatan Sebut PM Israel Ini Sebagai Penyebabnya?

Sementara itu menurut informasi dari Erlangga Greschinov di X (Twitter), ada sejumlah bukti bahwa Hamas tidak berniat menyerang masyarakat sipil.

Berdasarkan hasil investigasi dari berbagai data yang dihimpun, Hamas melakukan serangan ini karena tak terima dengan penistaan Masjid Al-Aqsa dan pemukiman ilegal yang dilakukan oleh Israel.

Selain itu, misi dan visi utama Hamas ialah menargetkan IDF bukan menyerang warga sipil.

Kemudian adanya sandera yang dilakukan oleh Hamas sebagai upaya tukar guling dengan warga Palestina yang ditahan oleh Israel.

Lalu berdasarkan penelusuran, hampir setengah korban dari serangan 7 Oktober adalah tentara IDF.

Sisanya warga sipil yang menjadi korban dilaporkan karena dibantai oleh IDF lantaran dikira Hamas.

Kerusakan terjadi termasuk rumah yang hancur juga disebabkan oleh IDF, lantaran Hamas tidak mampu menyebabkan kerusakan separah itu.

Kabar ini pun menjadi berita panas dan Israel dianggap telah kembali memfitnah Hamas dengan berita bohong sebelumnya.***

Rekomendasi