

inNalar.com – Aceh kembali kedatangan imigran Rohingya melalui pantai Kuala Pawoen.
Pada tanggal 16 November 2023 kemarin, sebanyak lebih dari 200 Imigran Rohingya datang ke Pantai Kuala Pawoen, Desa Pante Sukon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Dilansir dari Antara, para imigran Rohingya tersebut datang menggunakan satu kapal kayu mesin besar milik mereka.
Baca Juga: Terfavorit! ASN Lulusan S1 dan D4 di Kemenkumham Bisa Terima Gaji Sampai Rp30 Juta per Bulan
Namun, kedatangan para Imigran Rohingya ini mendapat penolakan dari warga Aceh.
Hal ini berawal dari warga Aceh yang mengetahui kedatangan Imigran Rohingya berbondong-bondong datang ke tepi pantai.
Warga Aceh menolak kedatangan imigran Rohingya dan tidak membiarkan mereka turun ke daratan.
Baca Juga: Ini Alasan Warga Aceh yang Menolak Kedatangan Satu Kapal Berisikan Sekitar 200 Imigran Rohingya
Warga Aceh menyuruh para imigran Rohingya naik lagi ke kapal dan segera meninggalkan daerah tersebut.
Penolakan tersebut dikarenakan dulunya imigran rohingya yang datang ke Aceh memiliki sikap yang tidak baik dan tidak patuh pada norma masyarakat setempat.
Namun, setelah pendapat pengertian dari pihak kepolisian setempat, warga Aceh pun akhirnya mau memberikan bantuan seadanya.
Bantuan yang diberikan oleh warga Aceh tersebut berupa minuman, makanan, dan bahan bakar minyak.
Bahkan, warga Aceh menyediakan sebuah Boat yang digunakan untuk menarik kapal imigran Rohingya kembali ke laut.
Tetapi, dibalik penolakan tersebut ternyata ada segelintir orang yang pada akhirnya diterima oleh warga Aceh.
Terdapat 5 orang imigran Rohingya yang menetap di Aceh untuk sementara waktu.
Diterimanya 5 orang imigran Rohingya di Aceh ini dikarenakan kondisi kelima orang tersebut lemah.
Kelima orang imigran Rohingya yang membutuhkan perawatan medis tersebut telah ditangani oleh UNCHR.
Kini, kelima imigran Rohingya tersebut ditampung di Gedung SKB Cot Gabu, Bireuen.***