

inNalar.com – Ada tragedi pembacokan di tempat umum yang cukup mengerikan, di kota Sorong, provinsi Papua Barat Daya.
Lokasi pembacokan ini tepatnya ada di lampu merah kilometer 10 Distrik Timur, kota Sorong, provinsi Papua Barat Daya.
Tragedi pembacokan ini terjadi pada Kamis malam, pukul 20.15 WIT, tanggal 16 November 2023 kemarin.
Baca Juga: Membelah Lombok, Bendungan Meninting di NTB Bakal Punya Trek Sepeda 60 KM sampai KEK Mandalika?
Dilansir inNalar.com dari unggahan Instagram @net2netnews, kejadian mengerikan ini disaksikan banyak warga yang melintas.
Banyak warga yang berusaha menghentikan aksi pelaku yang membawa sebilah parang, dengan melempari batu dan semacamnya.
Usaha warga tak berhasil. Mereka juga takut mendekat, lantaran pelaku begitu agresif mengayunkan parangnya untuk membacok korban.
Baca Juga: Tentara Israel Sebut Netizen Indonesia Teroris, Gerah Gara-gara Digeruduk Pamer Genosida Palestina
Video amatir warga menunjukkan bahwa situasi jalanan menjadi tidak kondusif. Banyak warga yang prihatin namun takut mendekat.
Korban sempat berteriak minta tolong dan kejar-kejaran dengan pelaku, namun akhirnya terkena tebasan juga di bagian leher.
Darah mengucur deras tak membuatnya tewas, ia masih sanggup berdiri untuk kabur ke rumah warga namun terkena tebasan lagi.
Baca Juga: Habiskan Dana Rp1,4 Triliun, Proyek Bendungan Meninting di Lombok Barat NTB Terancam Molor?
Pelaku seolah kesurupan. Warga meneriakinya untuk berhenti dan melemparinya dengan barang apapun yang bisa dilempar.
Setelah laporan warga sampai ke instansi berwenang, pihak kepolisian bergegas untuk mengamankan TKP.
Polsek Sorong Timur segera membawa pelaku untuk menghindari amukan massa dan kemarahan keluarga korban.
Warga setempat bergegas membawa korban ke RSUD Sele Be Solu agar segera mendapatkan perawatan.
Namun sayang, sebelum sampai ke rumah sakit, ia terlebih dahulu meninggal dunia lantaran kehabisan darah.
Fakta yang mengejutkan, korban dikabarkan merupakan salah satu kader partai politik PKB kabupaten Tambrauw.
Hingga artikel ini ditulis, pihak kepolisian belum bisa memberikan konfirmasi terkait motif pembacokan tersebut.
Unggahan oleh @net2netnews ini mengundang banyak komentar dari warganet Indonesia.
Ada warganet yang langsung fokus mengomentari dugaan bahwa korban merupakan kader partai politik.
“Pas baca, katanya kader partai??? Haduh,” tulis akun @muft******.
Warganet yang lain berkomentar, jika pembacokan ini belum jelas ada kaitannya dengan politik atau tidak, hendaknya tidak usah ditulis.
“Waduh, kenapa disisipi berita sebagai kader partai politik? Emang ada hubungannya? Kalau belum ya mending jangan ditulis,” tulis akun @si_a****.
Ada juga warganet yang menduga bahwa tragedi pembacokan ini didasari oleh dendam pribadi.
“Sampai dikuasai setan seperti itu, kayaknya punya dendam pribadi ini. Apalagi di depan umum,” tulis akun @rozi******.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan oleh akun @net2netnews pada 17 November tersebut telah memperoleh 234 like, 49 komentar, dan 73 kali dibagikan. ***