

inNalar.com – RS Indonesia yang terletak di Gaza Utara, Palestina dikabarkan sedang mengalami kritis.
Pada Kamis, 16 November lalu, Edy Wahyudi selaku perwakilan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan kondisi terkini RS Indonesia.
Dilansir inNalar.com dari Instagram @net2netnews, Edy menyebutkan, kondisi terkini RS Indonesia di Gaza sangat menurun dan kritis karena banyak faktor.
Pasokan bahan bakar menipis, belum ada bantuan lagi, pihak rumah sakit terpaksa menggantinya dengan minyak goreng.
Tenaga medis di RS Indonesia kewalahan, kondisi kesehatan mereka menurun. Padahal, masih ada setidaknya 500 pasien yang membutuhkan perawatan.
Hanya dalam semalam, jumlah jenazah yang datang bisa mencapai ratusan, sementara daya tampung rumah sakit tidak sebanyak itu.
RS Indonesia yang terletak di Gaza Utara tersebut sebenarnya tengah menjadi tumpuan warga Palestina, selain RS Al Shifa yang ada di wilayah tengah.
Edy Wahyudi selaku Site Manager rumah sakit menyampaikan, hanya 110 tempat tidur yang tersedia pada tahap pertama, dan 325 pada tahap kedua.
Dalam waktu yang dekat, Edy Wahyudi bersama tim akan terbang ke Gaza untuk menyalurkan bantuan ke RS Indonesia.
Baca Juga: Anggota Bawaslu Medan Terkena OTT saat Terima Uang dari Caleg, Langgar Kode Etik Apa Aja?
Sekedar informasi, saat ini masih ada tiga orang sukarelawan asal Indonesia yang bertahan di tengah kecamuk perang.
Mereka bertiga adalah Fikri Rofiul Haq, Farid Zanjabil Al Ayyubi, dan Reza Aldilla Kurniawan, yang sempat kehilangan kontak pada Sabtu, 11 November lalu.
Saat ini, MER-C tengah menyiapkan keberangkatan satu tim relawan yang terdiri dari lima orang ke wilayah Gaza, Palestina.
Bukan hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia, MER-C juga menyiapkan pembangunan poliklinik di samping RS Indonesia.
Tim relawan yang terdiri dari dokter ortopedi, dokter anestesi, insinyur, dan pembantu insinyur ini diinstruksikan agar bisa melindungi diri.
Mereka diingatkan untuk bersembunyi di ruang bawah tanah RS Indonesia, karena menurut hukum internasional, rumah sakit tidak boleh dijadikan sasaran perang.
Bersamaan dengan rembuk ini, Edy Wahyudi mengumumkan pembukaan donasi untuk Gaza, Palestina yang ditanggapi dengan baik oleh para artis tanah air.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi