Hamas, Israel dan Amerika Serikat Dikabarkan Sepakat Hentikan Perang Demi Bebaskan Sandera

InNalar.com – Muncur kabar baik dari konflik antara Hamas, Israel dan Amerika Serikat yang dikabarkan sepakat untuk menghentikan perang dan bebaskan sejumlah sandera.

Tercatat sudah lebih dari 40 hari konflik antara Israel vs Palestina yang melibatkan Hamas dan Amerika Serikat berlangsung.

Tercatat Israel yang mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat terus saling serang dengan kelompok militan Palestina yakni Hamas sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Baca Juga: Gregoria Raih Gelar Juara BWF Super 500 Pertamanya di Kumamoto Masters Jepang 2023, Segini Prize yang Didapat

Konflik ini yang semula dianggap perang pun berubah menjadi sebuah genosida yang membuat puluhan ribu nyawa melayang.

Disebut genosida karena pihak lawan terus mengempur terutama di wilayah jalur Gaza tanpa ampun.

Bahkan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah hingga rumah sakit menjadi sasaran serangan.

Baca Juga: Debitur Baru KUR BRI Tumbuh Pesat Lampui Target Pemerintah, Para Pelaku UMKM Semakin Terbantu

Tak hanya itu kamp pengungsian turut menjadi sasaran sehingga banyak masyarakat sipil yang menjadi korbannya.

Tercatat ada 11.000 korban dari rakyat Palestina yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak.

Alhasil tindakan genosida ini mengundang banyak kecaman, serta tekanan untuk melakukan gencatan senjata.

Baca Juga: Tak Disangka, Ternyata Gaji Menteri PUPR Basuki Jumlahnya Justru Lebih Kecil Dibanding Anggota PNS, Jumlahnya Cuma…

Israel awalnya tak peduli dan terus mencoba meluluhlantahkan sejumlah wilayah di Palestina.

Namun menurut kabar terbaru dari Washington Post, Israel lalu Amerika Serikat dan Hamas dikabarkan sepakat untuk menghentikan perang.

Namun jeda tersebut tak berarti selamanya, namun hanya berlangsung selama 5 hari.

Kesepakatan ini diambil untuk membebaskan puluhan sandera khususnya perempuan dan anak-anak di Gaza.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil mediasi oleh Amerika yang tertuang dalam enam poin yang akan dimulai pada beberapa hari mendatang jika taka da hambatan.

Kesepakatan yang dibuat selama beberapa pekan di Qatar yang melibatkan Hamas dan Israel itu diwakili oleh mediator setempat.

Kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa kedua belah pihak akan membekukan operasi selama 5 hari.

Hamas sendiri tercatat menyadera 240 sandera pada 7 Oktober 2023 lalu. Kemudian dalam kesepakatan itu diminta 50 sandera dibebaskan dalam kelompok kecil setiap 24 jam.

Selain itu perang yang dihentikan selama 5 hari ini juga memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan internasional kepada para pengungsi di Palestina.

Selama ini diketahui bantuan kemanusiaan tertahan di Mesir karena dihalangi oleh Israel sehingga tidak bisa memasok bantuan secara maksimal.

Nantinya ada pengawasan yang memantau pergerakan di darat untuk membantu melakukan jeda pertempuran.

Namun pihak Amerika Serikat sendiri menyatakan sejatinya belum ada kesepakatan resmi namun tetap masih diusahakan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Adrienne Watson selaku Jubir Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Di sisi lain, pihak kedutaan besar Israel di Amerika Serikat memilih bungkam dan belum ada keputusan resmi dari mereka.***

Rekomendasi